Lompat ke isi utama
Waroeng SS di Solo

Waroeng SS Laksanakan CSR Meski Bukan Perseroan

Solider.or.id, Yogyakarta - Perusahaan kuliner Waroeng Spesial Sambal “SS” melaksanakan tanggung jawab perusahaannya untuk kegiatan sosial. Perusahaan yang memiliki lebih dari 72 cabang di Jawa dan Bali ini juga menyasar kelompok difabel.

Widyatmoyo Waluyo, bagian humas dan corporate social responsibility (CSR) Waroeng SS mengungkapkan bahwa perusahaan menerima proposal kegiatan dari komunitas difabel untuk mendapatkan dana CSR tersebut.

“Sebesar satu persen dari omzetnya dialokasikan untuk kegiatan CSR ke panti asuhan, pondok pesantren, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), difabel, kegiatan rumah ibadah, dan kegiatan positif lainnya,”jelas Widyatmoyo Waluyo, pada Solider, Sabtu (19/3).

Menurut keterangan Widyatmoko, Yoyok Hari Wahyono pemilik Waroeng SS ingin menyejahterakan karyawan, orang disekitar, dan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan CSR tersebut selain dilaksanakan di sekitar Waroeng SS, juga dilaksanakan di tempat lain misalnya untuk perbaikan jalan, pemasangan sumur bor dan pemeliharaan balai desa.

Program CSR tersebut dilakukan dengan program rutin tiga bulanan menerjunkan 23 karyawan kantor di seluruh Indonesia untuk menyalurkan dana CSR . Widyatmoyo berhara[p program tersebut diharapan dapat menumbuhkan kepekaan atau empati dari karyawan terhadap lingkungan di mana mereka tinggal.

Sejak awal berdirinya pada tahun 2002, perusahaan ini sudah menerapkan CSR untuk masyarakat.“Sasaran alokasi CSR selain untuk personal, juga bagi komunitas, organisasi berbadan hukum, maupun yayasan,” jelas Widyatmoyo.

Widyatmoyo mengungkapkan bahwa sasaran personal lebih diprioritaskan bagi mereka yang sudah merintis usaha. Ia berharap suntikan dana CSR dapat menambah modal usaha. Widyatmoyo menginfokan kepada khalayak yang ingin menerima manfaat dana CSR dapat mengirimkan brosur dan proposal kegiatan ke Humas dan CSR Waroeng SS Jalan Kaliurang km 4,5 Gang Kinanti no. 19 Mlati, Sleman, Yogyakarta atau dapat dikirim ke email: [email protected].

Untuk Komunitas Difabel

Selama ini Persatuan Penyandang Disabilitas (PPDI) Ngaglik Sleman merupakan salah satu organisasi difabel penerima CSR berupa dana operasional bulanan. Atik, Ketua PPDI Ngaglik Sleman mengatakan bahwa organisasinya menerima dana CSR Waroeng SS untuk dana operasional bulanan. Selain PPDI Ngaglik Sleman, dana CSR Waroeng SS juga diberikan kepada Panti Asuhan Bina Siwi dan Panti Asuhan Sayap Ibu.Ada pula keluarga dengan anak difabel yang sedang mengembangkan usaha, dan beberapa lagi.

SS juga terbuka dan memberikan kesempatan magang bagi para siswa, penelitian dan kunjungan, studi banding, dan kegiatan belajar lainnya. “Semua itu adalah bagian dari misi berbagi dana CSR, berbagi ilmu, pengalaman maupun program-program yang bermanfaat,” pungkas Humas dan CSR Waroeng SS.

The subscriber's email address.