Lompat ke isi utama
Seminar Nasional Tuli Usulkan Teks di Televisi

Tuli Usulkan Ketersediaan Teks di Televisi

Solider.or.id, Yogyakarta- Monumen Pers Nasional bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII), menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema “Media dan Pemberitaan Bencana”. Seminar berlangsung di The Hotel Sahid Rich, Sleman, Selasa (22/3).

Hadir dalam seminar tersebut, koalisi elemen masyarakat sipil yang bergabung dalam kelompok kerja untuk penyiaran demokratis. Hadir pula enam perwakilan difabel Tuli yang tergabung dalam Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) DIY. Mereka adalah Adhie, Alim, Shita, Lia, Amad, dan Zaka.

Tuli Usulkan Ketersediaan Teks

Adhie Kusuma Baroto, Peneliti pada Lembaga Riset Bahasa Isyarat (LRBI), menitipakn pesan melalui Prof. Dr. Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Bidang Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika, tentang kebutuhan difabel Tuli mengakses informasi melalui media televisi.

Menurut Adhie, difabel Tuli perlu sekali mendapatkan hak atas informasi, sebagaimana orang mendengar. Selama ini tidak semua stasiun televisi dan setiap program yang diyatangkan menggunakan interpreter ataupun teks sebagai penjelasan. Untuk itu dia mengusulkan adanya teks pada setiap program acara televisi.

Menanggapi usulan tersebut Henry Subiakto, mengatakan bahwa masukan tentang teks tersebut akan dijadikan masukan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran. Regulasi tentang pemberitaan agar diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran, yang pada Maret ini digodok di DPR.

The subscriber's email address.