Lompat ke isi utama
Figur

Pemuda Difabel yang Khusyuk Bermusik

Solider.id, Yogyakarta- Tepat pada waktu tengah hari, saya duduk bersebelahan dengan laki-laki berbadan tambun yang sedang asyik bermain gawai. Saya mengajaknya bersalaman, tapi ia tidak tahu kemana tangannya harus mengarah. Saya pun meraih tangannya. Ia mungkin tahu saya duduk di sebelahnya setelah saya menyapa. Ia seorang difabel netra.

Namanya Arif Prasetyo. Kamis (6/12) itu kami bertemu di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga. Sebuah unit layanan yang juga berperan sebagai pusat studi dan kajian tentang difabel.

Difabelitik

Mitos-mitos Tentang Netra yang Ternyata Keliru

solider.id- Sebagian orang malu atau bahkan jijik berkawan dengan difabel netra. Kenapa?

Premis di atas berdasar pada tiga tahun pengelaman saya menjadi difabel netra. Dari pengalaman, saya tahu jawabannya. Tahu bagaimana mitos di masyarakat kemudian menjadi dasar pola pikir masyarakat yang mengarahkan tindakan seseorang dalam bersosial.

Pengalaman di atas juga membuat saya mengerti bagaimana kemudian kekeliruan-kekeliruan di atas menciptakan segregasi, meminggirkan, memojokkan dan mendiskriminasi melalui sistem sosial yang juga keliru.

Artikel

Diskriminasi dan Ketakutan Pada Mereka yang Berbeda

Oleh Ahmad Jamaludin

Solider.id- Pada tahun 2017 Amerika Serikat melarang jutaan orang masuk ke AS sebab agamanya Islam. Dua Tahun kemudian, Bupati di Sumatera mencoret status kepegawaian seorang dokter gigi karena difabel. Sedang sudah bertahun-tahun sebagian warga pengelola kos di Desa Caturtunggal, Sleman-Yogyakarta, menutup pintu kosnya untuk orang Papua.

Difabelitik

Membedah Stigma dan Diskriminasi Media Terhadap Difabel

Oleh Rifai Asyhari

Solider.id- Salah satu hasil terpenting demokratisasi di Indonesia pada 1998 adalah kebebasan pers. Paska reformasi, pers memiliki kebebasan untuk menyampaikan beragam isu dan kritiktan tanpa perlu khawatir dibredel seperti halnya di masa Orde Baru.

Keterlibatan publik dalam media juga dijamin secara legal melalui Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Dengan ini, masyarakat sipil bisa ikut mengawasi jalannya pemberitaan dan kerja-kerja media.

Figur

Cheta Nilawaty: Banyak Jalan Perangi Stigma

Solider.id, Semarang- Seorang perempuan difabel netra yang berforfesi sebagai wartawan gigih memerangi stigma dengan berita.

Profesi jurnalis atau wartawan merupakan suatu tanggung jawab yang tidak ringan. Setiap berita yang dipublikasikan menuntut fakta pendukung informasi. Oleh karena itu, mereka memerlukan panca indera untuk mengamati, mewartakan dan menyimpulkan suatu peristiwa secara empiris.

Figur

Agus Saryono: Difabel itu Aset, bukan Keset!

Solider.id, Gunungkidul- “Sekarang kamu bisa apa? Paling hanya jadi beban keluarga dan masyarakat. Makanya, ikut saya saja. Dengan ngemis di pinggir jalan kamu bisa dapat uang.”

Seorang pria mengaku pernah mendapati dua kalimat di atas dalam hidupnya. Ia merasa dua kalimat itu membuatnya meradang. Ia merasa di remehkan. Namun, di satu pemikiran lain, ia berpikir dua kalimat di atas justru menjadi bara semangat dalam hidupnya. Ia merasa sebagi seorang yang memiliki hambatan, mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari secara mandiri.

Berlangganan Stigma
The subscriber's email address.