Lompat ke isi utama
Suasana Ujian Nasional di SMP Tumbuh

SMP Tumbuh Yogyakarta Sertakan Enam Siswa Difabel dalam Ujian Nasional 2016

Solider.or.id,Yogyakarta- Tercatat enam siswa berkebutuhan khusus Sekolah Tumbuh 2 mengikuti Ujian Nasional (UN) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sejak Senin (9/5) hingga Kamis (12/5).

Enam siswa dengan berbagai difabilitas tersebut di antaranya adalah dua siswa Autis, yakni Faradia dan Reno. Seorang siswa slow learner (SL) yakni Afik, Lyan siswa Tuli, Shinta siswa dengan hidro sepalus serta Arel, siswa dengan gangguan pemusatan perhatian (GPP).

“Setelah berproses selama tiga tahun bersama 25 siswa lainnya, tentu mereka memiliki hak yang sama, dalam mengikuti UN,” ujar Purwanti Retno Yuliastuti, Kepala Sekolah SMP Tumbuh pada Solider, Rabu (11/5), di ruang tamu SMP Tumbuh 2, Jl. Amri Yahya 1, Gampingan, Yogyakarta.

“Tidak ada perlakuan khusus, baik dari segi penyiapan soal maupun pendampingan. Namun mereka mendapatkan tambahan waktu maksimal 40 menit,” tambah Yuli, sapaan kepala sekolah tersebut.

Implementasi Inklusi

Yuli juga menyampaikan bahwa, sekolah tumbuh ingin menerapkan nilai-nilai inklusi, dan mengimplementasikannya dalam proses belajar dan mengajar serta berkegiatan. “Bukan hanya karena Sekolah Tumbuh sudah melabelkan diri sebagai sekolah inklusi. Namun memang demikian adanya, bahwa sekolah tumbuh lebih menitik beratkan pada proses bukan pada angka hasil akhir,” ujarnya.

Fatrik Marundau, Guru Wali Kelas IX SMP Tumbuh mengatakan bahwa fokus sekolah tumbuh adalah menumbuhkan rasa percaya diri kepada siswa dalam menghadapi ujian nasional
“Selain percaya diri, mereka juga berani. Jika dulu UN dianggap momok yang menakutkan, tidak bagi siswa SMP Tumbuh,” tutur Fatrik.

Sementara Issriastuti, SP, Sekretaris Yayasan Edukasi Anak Nusantara yang menaungi seklolah tumbuh menjelaskan, bahwa tahun 2016 ini merupakan kali pertama sekolah tumbuh melaksanakan sendiri UN. Dua tahun sebelumnya, selama dua kali UN masih bergabung dengan SMP Negeri 11. Ia berharap semua siswa dapat lulus sesuai dengan proses yang sudah dilaluinya, dan dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan pilihan para siswanya.

The subscriber's email address.