Lompat ke isi utama

SIGAB, 13 Tahun Kawal Isu Difabel

Solider.or.id.Yogyakarta- Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) memperingati tiga belas tahun perjalanannya dalam mengadvokasi isu difabel pada Kamis(5/5) lalu. Acara dikemas sederhana bersama seluruh staf dan relawan dampingannya. Pada usianya yang ke 13 ini, SIGAB berharap akan terus membela dan memperjuangkan hak-hak difabel, hingga terwujud kehidupan yang setara dan inklusif.

“Acara tersebut merupakan awal dari serangkaian kegiatan peringatan ke 13 berdirinya SIGAB.Akan ada rangkaian kegiatan lainnya yakni, Seminar Desa Inklusi dan Jambore Hukum pada akhir bulan Mei ini,” ungkap Nur Widya Hening Handayani, Manajer Administrasi dan Keuangan.

Diseminasi terkait Desa Inklusi menjadi rangkaian perayaan. Agenda tersebut akan diselenggarakan pada pada Sabtu (28/5), di Balai Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman. Adanya Undang-Undang (UU) Desa memberikan peluang partisipasi dan keterlibatan penuh pada seluruh warga masyarakat dalam membangun desanya. Hal ini menjadi peluang difabel untuk turut andil. Rohmanu, manager program Rintisan Desa Mandiri (Rindi) SIGAB turut menyampaikan bahwa desa sebagai subjek pembangunan harus mendukung aktivisme difabel. Kegiatan ini akan dipantik dengan diseminasi dari tiga desa binaan SIGAB, di antaranya desa di Kecamatan Lendah Kulon Progo, Berbah dan Sendangadi, Sleman.

Selain diseminasi Rindi, SIGAB juga menggelar Jambore Hukum pada Selasa, (31/5). Himawan, penanggung jawab Jambore Hukum memaparkan bahwa Jambore Hukum akan melibatkan organisasi non pemerintah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jambore Hukum menjadi upaya untuk membangun jaringan.

The subscriber's email address.