Lompat ke isi utama
Difabel dengan kruk melakukan tes praktik menaiki kendaraan roda tiga.

Sejumlah Difabel Wonogiri Akses SIM D

Solider.or.id, Wonogiri- Sejumlah 12 difabel Wonogiri mengakses SIM D di kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat, Sabtu (5/3). Proses dari awal hingga kartu SIM jadi yakni ujian tulis, praktik dan saat pas foto yang dilakukan oleh ke-12 difabel tersebut disaksikan langsung oleh Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Sri Ningsih Iriani. Kepada Solider, dirinya mengatakan bahwa difabel yang mengakses SIM D di Wonogiri sebanyak 38 orang.

“Sejumlah itu kami berikan dalam empat tahapan, dimulai tahun 2013,”jelas AKP Sri Ningsih Iriani. Didampingi oleh Aiptu Pudy di bagian SIM dan Ipda Darmin, Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Wonogiri, AKP Sri Ningsih menyatakan bahwa difabel rungu dan wicara belum bisa mengakses karena tidak ada rekomendasi.

“Yang kami beri layanan adalah difabel fisik yang bukan rungu maupun wicara karena kami belum memiliki rekomendasi. Hal ini demi keselamatan diri sendiri. Kami masih mengacu kepada Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 dan Perkap nomor 12 tahun 2012,”terang Sri Ningsih Iriani.

Usai pelaksanaan yang juga dikawal oleh Nur Nugrohowati Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Wonogiri, SIM D langsung diberikan kepada ke-12 Difabel. Nur Nugrohowati di hadapan Kasatlantas dan para difabel menyatakan bahwa masih banyak difabel Wonogiri yang belum mengakses SIM D, pihaknya meminta Satlantas juga memfasilitasi.

“Nanti supaya berkoordinasi saja dengan Pak Pudy. Siapa yang membutuhkan pasti akan kami layani,”pungkas AKP Sri Ningsih Iriani.

Noviati, fasilitator PPRBM Solo untuk wilayah Wonogiri yang juga mendampingi para difabel pengakses SIM D mulai dari pendataan untuk didaftar hingga selesai mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah yakni upaya-upaya advokasi supaya difabel rungu maupun wicara bisa mengakses SIM.

The subscriber's email address.