Lompat ke isi utama
LifeStyle

Menelaah Karakter Difabel dalam Film Pengabdi Setan

Solider.or.id - Film merupakan salah satu karya seni yang sangat digemari masyarakat. Sajian estetika berupa gambar bergerak yang dibumbui dengan efek audio visual, mampu membuat penonton terkesima. Tak dapat dipungkiri bahwa film dapat menggiring opini masyarkat dan sekaligus dapat membentuk realitas sosial yang merupakan hasil dari konstruksi sosial

Film “IMPERFECT”, Pelajaran Baik tentang Ketubuhan Sen, 20/01/2020 - 13:20

Seksisme adalah sikap dan motif merendahkan perempuan, secara eksistensial_menyangkut tubuhnya, pemikirannya, perasaannya_yang dianggap sebagai inferior dan boleh diperolok atau dihina.

Difabelitik
“27 Steps of May”, Sembuh dari Trauma Depresi Pasca Pemerkosaan itu Butuh Proses Rab, 08/05/2019 - 13:56

Film berdurasi 112 menit dan disutradarai Ravi Bharwani, dengan skenario Rayya Makarim selesai dibuat pada 2018 dan pernah diputar di Bengaluru International Film Festival (Biffes),

LifeStyle
LifeStyle

The Greatest Showman: Pertunjukan Sirkus yang Melawan Kenormalan

Solider.or.id, Surakarta- Sirkus tidak hanya menjadi muara tawa atau sebuah ruang hiburan pengalihan manusia dari dunia yang kacau balau. Namun, di tangan sutradara Michael Gracey, sirkus menjadi sesuatu yang satir dan melawan.

Pernah tercatat menjadi tokoh kontroversi dalam sejarah kebohongan publik demi usaha jasa hiburan (sirkus) Phineas Taylor Barnum, kini menjadi sosok yang positif di film The Greatest Showman.

LifeStyle

Film Wonder: Berhentilah Menstigma Odalangka

Solider.or.id, Solo. “Kamu tidak buruk, dan siapa pun yang peduli untuk mengenalmu akan mengetahui itu” (Film Wonder).

Kutipan di atas merupakan nukilan dari dialog di film Wonder. Tepatnya, kalimat tersebut dikatakan Isabel, seorang ibu yang menyadari bahwa tidak semestinya orang dengan mudah menstigma orang lain dengan kecacatan.

LifeStyle

Silenced: Tuli dan kebenaran yang hilang di persidangan

Solider.or.id, Jika Mahfud Ikhwan dalam bukunya Aku dan Film India Melawan Dunia, sebagaimana dikutip Tirto.id berani mengatakan “jadi film India itu seperti film porno saja: disukai sekaligus tidak diakui”. Begitupun dengan saya, bersedia bergabung dengan barisan para K-drama untuk lantang mengatakan “sungguh nonton film Korena itu lumayan bagus daripada harus mantengin sinetron-sinetron di Indonesia”.

Berlangganan resensi film
The subscriber's email address.