Lompat ke isi utama
Wirausaha Difabel Dapatkan Sertifikat Halal Kam, 25/07/2019 - 15:51

Solider.id, Bandung– Pada Selasa (23/7) di ruang Aula barat Gedung Sate Bandung, 300 usahawan dari 26 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat menerima lebel sertifikat halal. Salah satu yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah wirausaha kuliner jenis makanan olahan yang diproduksi seorang difabel Daksa pengguna kursi roda asal kabupaten Garut, tepatnya Desa Babakan Loa, Kecamatan Pangatikan.

Berita
Berita

Menjembatani Koperasi Serba Usaha bagi Difabel

Solider.id, Situbondo- Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (PPDiS) melakukan kunjungan bersama Kelompok Disabilitas Desa (KDD se-Situbondo ke Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Koprasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pada 17-18 Juli 2019.

Dari Guru Ngaji Hingga Memproduksi Kerajinan Sab, 06/04/2019 - 19:09

Solider.id, Gunungkidul- Tak sulit mencari tempat tinggalnya. Tak sulit juga menemukan sosoknya. Begitu kita bertanya siapa guru Taman pendidikan Qur’an (TPQ) daerah Nglorog, maka orang akan dengan mudah menyebut nama Susanto sebagai satu-satunya guru pengguna kursi roda dan kerajinan kain perca di daerah Nglorog.

Figur
Mengais Rejeki dari Kerajinan Sangkar Burung sampai Miniatur Kapal Phinisi Rab, 14/11/2018 - 19:09

Solider.id, Jakarta- Selain Kapal Phinisi, Wira Ahmadi juga membuat berbegai kerajinan lain seperti miniatur rumah adat, miniatur becak dan miniatur mobil-mobilan, aneka piring-piring hias, patung etnik yang semuanya dari bahan dasar kayu. Semua, bermula dari usahanya membuat sangkar burung.

Wira Ahmadi, pria kelahiran Karawang, 23 April 1975. Ia tinggal di Dusun Cilebar Rt 07 Rw 01, Kertamukti, Cilebar, Karawang. Seorang ayah dengan dua anak laki-laki itu biasa disapa Adek.

Bisnis
Bisnis

Meracik Singkong Menjadi Keripik Krispi

Solider.id, Surakarta- Diana menyulap singkong menjadi produk yang banyak digemari konsumennya dan menghasilkan omset jutaan rupiah perbulannhya hanya dengan modal 100 ribu rupiah.

Diana nama populernya, terlahir dengan nama Sugiyem yang merupakan pemberian dari orangtuanya. Diana baru mengenal Self Help Group (SHG) Difa Makmur Sragen, sekira sebulan lalu.

Berlangganan Produk Difabel
The subscriber's email address.