Lompat ke isi utama
Salah satu pengurus Difaversada.

Menabung Saham untuk Semua

Solider.or.id, Boyolali- Investasi belum awam di kalangan masyarakat Infonesia. Investasi sering dikaitkan dengan kegiatan ekonomi masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.
Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya menepis pandangan tersebut dengan gencar mempromosikan investasi untuk semua kalangan. Promosi yang bertajuk “Gerakan menabung saham” ini menyasar berbagai kalangan masuarakat, termasuk difabel.

Sebagai pembuka Kota Solo dipilih untuk melibatkan difabel dalam gerakan ini. Hal ini diungkapkan Irfan Noor Riza (42) dari BEI Yogyakarta dalam kegiatan Edukasi Investasi Pasar Modal Bagi Difabel yang berlangsung Minggu (10/4/). Kegiatan pelatihan yang berlangsung satu hari ini diselenggarakan di Kantor LPH YAPPHI di Kawasan Kerten Surakarta dan diikuti oleh perwakilan dari beragam difabilitas. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Indonesia Premier Securities (IPOT), BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan komunitas difabel.

Melek Pasar Modal
“Masyarakat Indonesia yang melek pasar modal masih kecil, hanya 0,2 persen atau sekitar lima ratus ribu orang. Dari angka ini hanya 37 persen kepemilikan saham orang local, lannya (masih) orang asing. Hal ini kenapa pemerintah menggalakkan gerakan menabung dalam bentuk saham,” jelas Irfan, Kepala Divisi Edukasi Indonesia Stock Exchange (IDX) BEI area Yogyakarta.
Menurutnya, masyarakat Indonesia belum menyadari potensi kekayaan alam dan sumber dayanya. . Orang asing biasanya lebih suka mendirikan pabrik di Indonesia selain karena upah buruh murah, juga masyarakat memiliki etos kerja yang tinggi.
Dengan banyaknya pendirian pabrik di Indonesia, keuntungan yang didapat lebih banyak lari ke luar negeri dengan mayoritas saham dimiliki oleh orang asing oleh karena itu peningkatan investasi dalam negeri juga menjadi salah satu upaya menuju kemandirian ekonomi dalam negeri. Irfan menyebut jika tidak memiliki dana yang besar, langkah yang bisa dilakukan adalah menabung saham, artinya menyetorkan dana setiap bulan yang nantinya diwujudkan bukan dalam bentuk tabungan uang melainkan tabungan saham.

Melibatkan Difabel di Pasar Modal
Menurutnya pelatihan pasar modal untuk kelompok difabel ini sudah dilakukan untuk ketiga kalinya, sebelumnya pelatihan sudah dilakukan di Manahan dan Rumah Dinas Wakil Walikota Solo.
Saat ditanya lebih jauh mengenai kondisi difabel yang masih termagjinalkan, termasuk dalam hal ekonomi, Irfan menyebut bukan menjadi kendala utama. Menurutnya masalahnya terletak di jarak yang ada antara pasar modal dengan masyarakat secara umum dalam sistem edukasi dan sosialisasinya. Untuk itu pelatihan semacam ini berguna untuk mereduksi jarak tersebut.

“Pasar modal ini untuk semua lapisan masyarakat, untuk itu kami mengapresiasi keterbilatan semua kalangan masyarakat termasuk difabel. Mereka yang hadir di sini ini rata-rata sudah memiliki kemampuan berwirausaha,” tambahnya.

Selain mengedukasi difabel, dalam kegiatan ini juga dilakukan launching Komunitas Difaversada Indonesia sebagai wadah difabel berkegiatan di pasar modal. Komunitas ini nantinya dimaksudkan untuk menginisiasi, membentuk dan mengembangkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pemberdayaan difabel.

Menekan investasi bodoh
Lebih lanjut pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (FE UGM) ini menyebutkan bahwa dalam forum ini selain dilakukan ajakan untuk menabung saham sekaligus juga memberikan informasi bagaimana membuka tabungan saham. Dengan hal ini diakuinya masyarakat difabel bisa mandiri secara ekonomi, bukan hanya sebagai pekerja tetapi juga pemilik saham.

Secara umum pelatihan ini diakuinya memiliki tiga harapan utama yaitu: pertama, mengajak masyarakat menekan gaya hidup konsumtif; kedua, mengajak masyarakat melek di pasar modal dan ketiga, seiring dengan semangat OJK untuk menekan laju investasi bodoh.

“Ke depannya menghimbau emiten untuk memberikan CSR ke masyarakat dalam bentuk kepemilikan saham,” pungkasnya.

Sementara itu Yulianto, Ketua Panitia pelatihan, mengapresiasi pelatihan semacam ini. Ditemui di sela-sela pelatihan dia menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi difabel untuk bisa berinvestasi dan berupaya meningkatkan kehidupannya sendiri maupun kehidupan keluarganya.

The subscriber's email address.