Lompat ke isi utama
kegiatan forum keluarga difabel Tawangsari

Forum Keluarga Difabel Tawangsari Belajar Tentang Hak Anak

Solider.or.id, Sukoharjo- Forum Keluarga Difabel Kecamatan Tawangsari yang sudah terbentuk dua bulan lalu mengadakan pelatihan tentang hak anak yang bertempat di Aula Kecamatan Tawangsari pada, Rabu (23/8). Dari 20 anggota yang ada, 12 orangtua hadir disertai anak-anak mereka. Pelatihan yang difasilitasi oleh Sehati berjalan dengan interaksi dua arah. “Kami lebih suka mendengar apa yang dialami oleh teman-teman ketika mengasuh anak-anak mereka,”terang Edy Supriyanto, Ketua Sehati Sukoharjo.

Munasir, salah satu orangtua dari anak Tuli berharap bahwa forum keluarga memiliki tujuan agar anak-anak difabel diterima di masyarakat. “Anak-anak kami tidak dipinggirkan dan layak untuk mendapatkan hak yang sama dengan anak lainnya,” kata Munasir, penduduk asal Cirebon yang beristrikan warga Kecamatan Tawangsari tersebut.

Penambahan kapasitas tentang hak anak tak hanya khusus kepada orangtua difabel, tetapi juga para relawan Sehati termasuk mahasiswa magang. Eko Istiono, relawan dari Sehati kepada Solider mengatakan bahwa tentang hak anak adalah pengetahuan bagi baginya. Bagi Eko, pengetahuan tentang hak anak penting karena bekal bagi dia ketika terjun ke masyarakat dan kelompok difabel.

Karsini, selaku orangtua dari anak cerebral palsy menanyakan tentang beberapa perlakuannya kepada sang anak, apakah itu menyakiti dan melalaikan hak anak. Dia pernah ditegur oleh seseorang gara-gara memboncengkan sang anak di depan, tanpa menggunakan perlindungan apa pun, seperri helm atau kain penutup. “Saya berpikir, jangan-jangan saya secara tidak sengaja telah melakukan kekerasan terhadap anak?”

Forum Keluarga Akan Berkegiatan di Setiap Desa

Romdhiyah, ketua Forum Keluarga Difabel Tawanagsari di depan para peserta pelatihan mengungkapkan bahwa saat ini forum belum memiliki tempat yang menetap, sebab aula kecamatan akan direnovasi. Dirinya menawarkan bagaimana jika kegiatan forum nantinya akan rollling atau berputar dari rumah ke rumah warga dari desa satu ke desa lainnya. “Ini demi sosialisasi serta keberlangsungan komunitas, karena akan lebih dikenal,” ujar Romdhiyah.

Forum juga akan mengakomodir anggota jika ingin melakukan pemberdayaan dengan mengadakan pelatihan. Tak hanya itu untuk menambah kapasitas tentang kesehatan dan makanan bergizi, telah pula dijadwalkan pelatihan. “Kita akan bekerja sama dengan Puskesmas,”kata Romdhiyah.

Ke depan forum keluarga difabel juga akan mengadakan pelatihan bisindo. “Karena saya lihat kebutuhan pengetahuan tentang bahasa isyarat Indonesia penting untuk dipenuhi. Saat ini di ruangan ini ada tiga anak Tuli, mereka perlu untuk kita ajak bersama belajar tentang bisindo,”pungkas Edy Supriyono.

The subscriber's email address.