Lompat ke isi utama
seorang difabel netra sedang mengopeerasikan smartphone

Digital Bank, Harapan Baru Akses Perbankan bagi Difabel Netra

 

Solider.or.id.Yogyakarta. Sebagaimana diberitakan berbagai media baik cetak maupun online, serta televisi di Jakarta, saat ini telah hadir layanan perbankan berbasis aplikasi di telepon seluler (ponsel). Digibank oleh PT DBS Bank Indonesia, menjadi bank digital yang hadir dalam aplikasi smartphone pertama di Indonesia yang resmi diluncurkan pada Selasa (29/8/2017).

 

Kompas.com dengan judul beritanya “Kini Buka Rekening Tak Perlu Lagi di Kantor Bank”, pada paragraf awal menulis selama ini masyarakat yang ingin membuka rekening bank harus mendatangi kantor bank. Namun sekarang, masyarakat bisa membuka rekening bank cukup dengan aplikasi di ponsel. (http://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/29/223057126/kini-buka-rekening-tak-perlu-lagi-di-kantor-bank).

 

Melalui Digibank, para nasabah DBS bisa membuka rekening di mana pun dan kapan pun tanpa harus mendatangi kantor cabang DBS. Dengan teknologi ini, para nasabah DBS bisa membuka rekening Digibank di mana pun dan kapan pun tanpa harus mendatangi kantor cabang DBS. Calon Nasabah hanya mengandalkan e-KTP dan mengatur jadwal dengan agen Digibank untuk membantu proses pembukaan rekening dengan menggunakan alat biometric (sidik jari) di tempat secara langsung.

 

Mempertanyakan keberpihakan Digibank

 

Akankah Digibank berpihak terhadap difabel netra yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan perbankan. Akankah calon nasabah yang yang dimaksud oleh Digibank di dalamnya termasuk difabel netra?

 

Sebelumnya berbagai kemudahan layanan perbankan yang ditawarkan tidak berlaku bagi difabel netra. Karena ketidak mampuan melihat dikhawatirkan menghambat berbagai proses dan akan dimanfaatkan orang lain. Jikalaupun diizinkan, difabel netra disyaratkan untuk membuka rekening di bawah pengampuan orang awas.  Sebagaimana dirilis oleh Solider pada link: https://www.solider.or.id/2015/08/28/difabel-netra-dan-akses-layanan-perbankan.

 

Kondisi demikian menyebabkan keengganan difabel netra mengakses layanan perbankan. Pasalnya bagi mereka untuk dapat mencapai kantor sebuah bank membutuhkan effort yang lebih. Butuh pendampingan orang nondifabel baik untuk mendampingi dalam perjalanan maupun di bank. Sesampainya di bank masih harus menghadapi serangkaian pertanyaan, ketidak percayaan terhadap kemampuan, dan berakhir dengan tidak dikabulkannya harapan mengakses layanan perbankan.

 

Difabel netra fasih teknologi

 

Namun demikian, dengan hambatan penglihatan yang dimilikinya, pada beberapa tahun terakhir aktivitas difabel netra tidak lagi asing dengan dunia digital, dunia internet dan smartphone. Difabel netra sudah fasih teknologi sehingga menunjang pemenuhan kebutuhan informasi, edukasi, ekonomi, dan lain sebagainya.

 

Melihat fakta demikian, bank digital berbasis teknologi yang dapat diakses di ponsel mestinya tidak sulit untuk diakses oleh nasabah difabel netra yang sudah familier dengan dunia digital (fasih teknologi). Inovasi layanan perbankan berbasi digital “Digibank” semestinya juga memberikan harapan baru bagi difabel netra untuk menikmati kemudahan akses layanan perbankan.

 

Jika sebelumnya nasabah yang ingin membuka rekening bank harus mendatangi kantor bank tersebut, dengan digibank nasabah dapat membuka rekening tanpa harus datang ke kantor bank. Hal tersebut salah satu point kemudahan akses bagi difabel netra, yakni mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi atau kegiatan perbankan kapan saja, dan dari mana saja.

 

Terlebih untuk membuka rekening, calon nasabah cukup mengunduh aplikasi digibank di smartphone. Setelah itu, nasabah tinggal menggunakan fitur pembukaan rekening yang terdapat di aplikasi tersebut.

Selebihnya, nasabah dapat mengatur jadwal bertemu dengan agen digibank untuk pembukaan rekening dengan alat biometrik di tempat secara langsung. DBS memanfaatkan, program pengenalan identitas diri secara biometrik. Biometrik, yakni metode verifikasikan identitas seseorang melalui sidik jari dengan menggunakan alat tertentu. (hnw).

 

The subscriber's email address.