Lompat ke isi utama
Diskusi terfokus Menuju Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta Belum Miliki Tempat Penyeberangan yang Aksesibel

Solider.or.id, Yogyakarta- Selama ini Kota Yogyakarta belum memiliki tempat penyeberangan dan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wiyata, salah seorang pengurus Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) dalam acara diskusi terfokus Indikator Kota Yogyakarta menuju Kota Inklusi di Kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Wiyata mengungkapkan bahwa hendaknya kota Yogyakarta memiliki tempat penyeberangan yang aksesibel. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah pembuatan jembatan penyeberangan. Menurutnya, hal tersebut relatif lebih aman untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang, termasuk bagi difabel.

“Selain mempergunakan jembatan penyeberangan, pemerintah juga dapat membuat semacam tombol yang dapat dipencet di sekitar zebra cross, saat tombol itu di pencet, maka akan muncul bunyi yang mampu membei peringatan pengguna jalan untuk memberi kesempatan pada pejalan kaki yang akan menyeberang. Dengan cara ini, difabel netra akan tahu kapan saat menyeberang yang aman bagi dirinya," ujar Wiyata.

Wiyata menambahkan bahwa saat ini kota Yogyakarta sangat tidak nyaman untuk pejalan kaki. Banyak warga Yogyakarta yang saat ini kesulitan untuk menyeberang, termasuk warga difabel yang setiap hari beraktivitas di kota Yogyakarta. Wiyata juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, setidaknya ada dua difabel netra warga yaketunis yang pernah tertabrak kendaraan bermotor saat menyeberang jalan.

“Padahal saat itu sudah ada yang menyeberangkan, tapi tetap saja tertabrak oleh kendaraan bermotor yang berjalan dengan kecepatan tinggi,”tambah Wiyata.

Sementara itu, menurut Putra, salah satu difabel netra peserta diskusi mengungkapkan bahwa menurutnya, berjalan di trotoar saat ini justru berbahaya bagi difabel netra. Putra mengaku sering tersandung dan terjatuh saat mengakses trotoar. “Saya dan bahkan banyak difabel netra lain justru merasa lebih aman untuk berjalan di sisi pinggir ruas jalan raya. Meski rentan tertabrak kendaraan, namun permukaan jalan raya yang rata membuat kami merasa lebih aman”. (Ajiwan Arief)

The subscriber's email address.