Lompat ke isi utama

Komunitas Beri Masukan Perda Difabel untuk Wilayah Kota Jogja dan Kulon Progo

strong>Solider.or.id, Yogyakarta- Majelis Pemberdayaan PP Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) bersama Center for Improving Qualified Activity in Life People with Disabilities) dan Independent Legal Aid Institute (ILAI) mengadakan diskusi Peratran Daerah Perlindungan dan pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Minggu (3/4).

“Peraturan ini mencegah mereka agar diskriminasi hilang atau berkurang. Karna itu membuat peraturan ini apapun kontribusi teman-teman nanti menjadi amal jariyah teman-teman semua”, ungkap Winarta membuka diskusi dihadapan sekitar 40 peserta.

Winarta menambahkan, Kabupaten Bantul dan Kulonprogo sudah disahkan Perda Difabel, kini di Sleman dan di kota masih dalam proses. Peserta berharap adanya peraturan mengenai informasi bursa kerja yang disebarkan ke difabel, tidak hanya mengutamakan pendidikan formal, tapi juga memberikan pendampingan untuk difabel.

Mengenai tempat tinggal, peserta diskusi memberi masukan agar ada kebijakan kredit rumah tanpa uang muka, akses prasarana di perumahan, persyaratan adminitratif dipermudah, dan adanya informasi yang mudah diakses difabel. Dalam bidang kesehatan, peserta diskusi mengusulkan agar adanya layanan kesehatan yang berkunjung ke rumah-rumah dan pelayanan kesehatan mudah diakses difabel salah satu contohnya memberikan papan penunjuk tempat di puskesmas. (Ramadhany Rahmi)

The subscriber's email address.