Lompat ke isi utama

Komite Hak Difabel DIY Imbau Hentikan Penolakan Calon Siswa Difabel

Solider.or.id,Yogyakarta-Komite Hak Difabel Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau agar semua sekolah menghentikan penolakan terhadap calon siswa difabel pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016. Spanduk berbunyi “Hentikan Penolakan terhadap Difabel Peserta Didik Baru di Semua Sekolah” telah dipasang di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

“Hal tersebut sebagai upaya Komite Hak Difabel DIY bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten/Kota/Provinsi dalam upaya mendorong menghentikan diskriminasi pada dunia pendidikan bagi difabel di semua sekolah, tapa kecuali,” ujar Ketua Komite Hak Difabel DIY, Setia Adi Purwanta, saat ditemui Solider di kantornya, Rabu (14/6).

Selain itu, Komite Hak Difabel DIY juga mengimbau kepada orangtua agar tidak risau saat mendaftarkan anaknya ke sekolah pilihan. Komite Hak Difabel juga menyarankan untuk menghubungi Komite Hak Difabel DIY pada nomer hadphone 0812 120 1800. Atau Disdikpora masing-masing wilayah kabupaten/kota/provinsi.

Dilatarbelakangi banyaknya penolakan terhadap difabel saat mendaftar sekolah, Komite Hak Difabel DIY menginisiasi beberapa aksi. Di antaranya adalah pertemuan
dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dalam hal ini Disdikpora Kabupaaten/Kota/Provinsi, yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juni 2016. Hasilnya, sepakat seluruh Disdikpora mendukung tindakan penghentian penolakan terhadap difabel pada PPDB mulai tahun 2016 dan mewujudkannya dalam bentuk spanduk himbauan dan memasangnya.

Ketua Komite Hak Difabel DIY, Setia Adi Purwanta menyayangkan pemasangan spanduk yang hanya di kantor-kantor Disdikpora. “Seharusnya spanduk dipasang di tempat-tempat strategis, untuk diketahui khalayak,” tutur Setia.

“Dukungan harus diberikan oleh semua sekolah, semua jejang pendidikan, tidak berlaku pengecualian. Tidak harus menunggu kesiapan sumber daya manusia maupun sarana prasarana fisik. Melainkan berikan kesempatan dulu, maka kesiapan akan berjalan seiring dengan kebutuhan,” tegasnya.

Semua sekolah tanpa kecuali harus memberikan kesempatan pada difabel, terutama di wilayah terdekat. Hal tersebut mengingat adanya Peraturan Pemerintah (PP) No. 47/2008, pasal 5 ayat 2, tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar. “Penyelenggara pendidikan wajib mengutamakan siswa yang bertempat tinggal dekat lokasi penyelenggara pendidikan," ungkap Setia.

Setia Adi Purwanta yang juga Direktur Eksekutif Dria Manunggal menyampaikan himbauannya agar Disdikpora memperkuat dan membentuk pusat sumber inklusi di setiap kabupaten/kota/provinsi. “Dengan adanya pusat sumber yang dilegalkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota/Bupati/Gubernur, maka proses pendampingan dan pengawasan terhadap lembaga pegelola pendidikan tentu akan lebih baik dan maksimal," tambahnya.

Selanjutnya menurut Setia, Disdikpora Provinsi segera membentuk Tim Koordinasi yang beranggotakan SKPD kabupaten/kota, dengan tujuan memonitor penyelenggaraan pendidikan inklusui di semua lini, sebagaimana pasal 11 ayat 3 Perda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitaso. 4 Tahun 2012.

Di akhir bincang-bincangnya Setia menegaskan pada semua sekolah, bahwasanya setelah diberlakukannya Perda No.4/2012, penunjukan sekolah inklusi batal demi hukum, karena hal tersebut tidak lagi sesuai dengan pasal-pasal yang terkandung dalam Perda Disabilitas. Namun, semua sekolah wajib menerima setiap siswa tanpa diskriminasi.

No. Telepon/Handphone Pengaduan
1. Telp. (0274) 550330 Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Provinsi DIY.
2. Telp. (0274) 512956 Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kota Yogyakarta.
3. Telp. (0274) 868512 Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Sleman.
4. Telp. (0274) 367171 Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul.
5. Telp. (0274) 368621 Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaaten Bantul.
6. Telp. (0274) 774535 Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Kulon Progo.
7. Telp. (0274) 391191 Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Gunung Kidul.
8. Handphone 0812 1520 1800 Komite Difabel DIY.

The subscriber's email address.