Lompat ke isi utama
Lambang Kementerian Informasi dan Komunikasi Indonesia

Kominfo Cari Difabel untuk Bimbingan Teknis Peningkatan Literasi

Solider.or.id, Yogyakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menyelenggarakan bimbingan teknis terkait peningkatan literasi dan pemanfaatan teknologi bagi difabel. Melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Literasi dan Profesi, bimbingan ini ditujukan untuk remaja difabel yang berusia 17 sampai 24 tahun.

Bimbingan teknis ini makan diperuntukkan bagi 40 difabel netra, 20 difabel tuli, dan 20 difabel daksa. Ketentuan lain dari bimbingan teknis ini adalah calon peserta bimtek belum pernah mengikuti pelatihan teknologi dan informasi dari Kementerian Informasi dan Informatika.

Bimtek akan dilaksanakan pada Kamis (10/3), pada pukul 07:00 – 16:00 WIB, bertempat di Hotel Eastparc, Jl. Laksda Adisucipto, KM 6.5, Seturan, Yogyakarta. Dengan materi pelatihan e-Excellent life Map (Browsing), e-Design (design dengan power point), e-Tool (Excel dan Power Point) dan Scratch Programming (Visual Programming) .

Bagi remaja difabel sesuai dengan kriteria tersebut di atas, dapat mendaftarkan diri, dengan cara mengirimkan data identitas dan mengirimkannya melalui alamat email: arman_tony2003@yahoo.com sampai dengan kuota terpenuhi atau maksimal satu hari sebelum pelaksanan bimtek.

Berhasil dihubungi Solider, Panita Penyelenggara Bimtek, Arman Tony, mengutarakan bahwa tiap empat peserta akan didampingi oleh seorang guru pendamping. Sehingga dalam bimtek tersebut dibutuhkan 20 guru pendamping. Dengan sistem pendampingan tersebut diharapan peserta dapat mengakses materi bimtek secara optimal, dan materi dapat benar-benar dipahami oleh para peserta dengan baik. Bagi peserta dan guru pendamping bimtek juga disediakan konsumsi dan transport lokal, serta sertifikat Terbuka Peluang Pendaftar bagi Peserta dan Guru Pendamping
Calon peserta bimtek yang sudah mendaftar hingga saat ini, tuli 13 orang, difabel netra sepuluh orang, dandifabel daksa satu orang serta guru pendamping satuorang.

"Melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, penyandang disabilitas mampu meningkatkan taraf hidupnya serta mengajak semua sektor baik swasta dan masyarakat untuk mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi yang berguna bagi penyandang disabilitas," jelas Arman.
Lanjut Arman bimtek tersebut ditujukan untuk membantu komunitas penyandang disabilitas dapat mengakses dan memanfaatkan peralatan dan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK). “Saat ini Ketersediaan TIK telah dapat diakses oleh penyandang disabilitas, hal tersebut sangat penting guna meningkatkan layanan dan produktivitas sehari-hari," pungkasnya.

The subscriber's email address.