Lompat ke isi utama
Figur

Sunyata: Melupakan Masa Lalu adalah Kunci

Solider.id, Gunungkidul- Masa lalu selain sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi, juga menjadi kunci bagaimana difabel menatap masa depan agar lebih berkembang.

“Kita sebagai wayang hanya pelaku yang harus manut pada dalang. Dari situ pula akhirnya saya bisa belajar tentang perjalanan hidup yang harus saya perankan,” tuturnya sederhana (14/02). Sebagaimana disampaikan seorang priyayi Jawa pada umumnya, ia mengambil wayang sebagai salah satu cara melihat sisi kehidupan.

Figur

Mengenal Lebih Dekat Yohana Jebolan X Factor

Solider.id, Malang- Positif, semangat, inspiratif dan bersyukur, demikian kesan yang saya tangkap saat berkesempatan berkenalan dan ngobrol santai dengan artis jebolan X Factor, sebuah acara kompetisi. Namanya Yohana, seorang difabel penglihatan yang baru saja meraih gelar sarjana di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Figur

Laksmayshita Khanza: Tidak Mudah Mengakses Pendidikan bagi Tuli

Solider.or.id.Yogyakarta. “Sejauh ini minim visualisasi materi di kelas teori. Tidak jarang pula dosen berbicara sangat cepat, dan terkadang tidak menghadap kelas. Sehingga bagi saya-mahasiswa tuli, tidak mudah memahami materi kuliah. Namun, ada beberapa dosen yang sudah peka dengan kondisi saya yang tuli. Sehingga saya mendapatkan penjelasan di akhir kuliah, atau diberikan catatan khusus, atau soft file.”

Figur

Sarjiyo: Kampanye Inklusi dan Kritik Sosial Melalui Kesenian

Solider.id, Yogyakarta- Banyak altenatif bagi siapapun dalam menyuarakan inklusifitas kepada masyarakat. Mulai dari lokakarya, diskusi kecil-kecilan, pengajian, ceramah, dan lainnya, termasuk kesenian. Sebagian banyak difabel tentu memiliki potensi itu semua, salah satunya kampanye inklusi melalui berkesenian.

Kesenian bukan hanya sebagai hiburan ataupun media berekspresi bagi seseorang. Lebih luas, kesenian merupakan strategi bagi seseorang untuk menjalankan misi atau tujuannya. Seperti salah satu aktor difabel asla Kulon Progo, bernama Sarjiyo.

Figur

Rodhi dan Karya Lukis

Solider.id, Jakarta- "Motivasi saya  adalah Aku ingin menunjukan  klo disabilitas lumpuh dari dada ke ujung kaki bisa menikmati hidup lebih bahagia.” Kata-kata itulah yang diucapkan kepada Solider saat menemuinya (5/03). Kata-kata itu pula yang selalu diingatnya. Kata-kata yang membuat Rodhi bertahan dalam berkarya tanpa putus asa sejak 2012 sampai sekarang.

Figur

Eka Pratiwi Taufanti: Berani Menerima Setiap Kesempatan

Solider.id, Semarang- Eka Pratiwi Taufanti, difabel netra kelahiran Brebes Jawa Tengah menghebohkan berbagai media karena prestasi-prestasinya yang gemilang. Pada 2016, foto Eka tersebar luas di berbagai media bersama Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Edi Nur Sasongko. Ia menjadi wisudawati terbaik di angkatannya.

Figur

Obituari Mohammad Ali: Pahlawan Kemerdekaan dari Cianjur

Solider.id, Malang- Sebagian orang tentu tahu jika Jalan Muhammad Ali di Cianjur untuk mengenang jasa seorang pahlawan di perang pasca kemerdekaan, di bawah pemimpin laskar Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI) cabang Cianjur.

Jalan yang setiap harinya cukup macet karena lalu-lalang pedagang kaki lima, anak-anak sekolahan, parkir sepeda motor dan angkot yang semrawut, terlebih pada malam hari. Namun tak banyak orang tahu jika pejuang revolusi tersebut adalah seorang difabel.

Figur

Wandoyo, Mantan Atlet Difabel yang Aktif Membina Atlet Muda

Solider.id, Gunungkidul- Dulu, ia adalah seorang atlet cabang olah raga Voli dan Sepakbola ternama di dusun Nglipar. Sekarang ia ‘naik jabatan’ menjadi pengarah sekaligus memanajemen atlit muda yang tergabung dalam karang taruna di dusunnya. Meski begitu, figurnya yang ramah dan terbuka membuat siapapun merasa nyaman meski baru kenal.

Figur

Bagas Rahmawan Aji: Tuli Harus Mandiri

Solider.id, Semarang- Rumah mungil yang sejuk dengan rindang pepohonan, meski teras rumahnya tak penuh dengan hijau dedaunan. Daerah berhawa dingin lereng Ungaran menjadi saksi perjalanan panjang pemuda sederhana bernama Bagas Ramhawan Aji, seorang tuli.

Figur

Yeni Endah: Menjadi Relawan untuk Friedreich Ataxia

Solider.or.id, Semarang- Beralamat di Jalan Jati Selatan dalam VI nomer 183, Banyumanik, Semarang, rumah itu nampak rapi. Sepetak taman ada teras dan penuh dengan tanaman bertunas di sisi-sisinya. Ruang depan yang lumayan kecil biasa digunakan sang ayah, Fadholi (62 tahun) sebagai ruang kerja menjahit. Pekerjaan yang selama ini masih digeluti bersama si sulung, Achmad Ashari.

Berlangganan Figur
The subscriber's email address.