Lompat ke isi utama
Figur

Hamzah, Termotivasi Calonkan Diri Jadi Komisioner KPU Sulses

Sollider.id Makassar - Hamzah, difabel penglihatan asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki motifasi besar untuk menjadi anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pria 35 tahun itu, ingin membuktikan bahwa difabel bukanlah keterbatasan yang menghentikan niatnya untuk berkontribusi dalam perhelatan pesta demokrasi di Sulsel.

Figur

Caleb Vincenzo, Menyadari Sedari Dini Peluang dan Kemungkinan

Solider.id.Yogyakarta. “I more happy cause of this! I more exited! I more more more everything! Just know I have great and an amazing wheelchair!” Luapan kebahagiaan tersebut disampaikan oleh Caleb Vincenzo (13), remaja dengan Cerebral Palsy saat menerima kursi roda (sport wheelchair) dari Ohana, Jumat (23/2/2018).

Figur

Pemuda dan Keinginan Mendirikan Organisasi Difabel

Solider.id, Gunungkidul- “Bahagia itu artinya saat kita melihat apa yang kita usahakan sudah bisa kita rasakan.” Seolah bicara pada diri sendiri, pemuda berbadan gempal itu serupa mengucap rasa syukur (08/02).  Angin segar kembali meniupkan kesejukan, menjawab aduan pemuda desa yang optimis menatap masa depan.

Figur

Sunyata: Melupakan Masa Lalu adalah Kunci

Solider.id, Gunungkidul- Masa lalu selain sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi, juga menjadi kunci bagaimana difabel menatap masa depan agar lebih berkembang.

“Kita sebagai wayang hanya pelaku yang harus manut pada dalang. Dari situ pula akhirnya saya bisa belajar tentang perjalanan hidup yang harus saya perankan,” tuturnya sederhana (14/02). Sebagaimana disampaikan seorang priyayi Jawa pada umumnya, ia mengambil wayang sebagai salah satu cara melihat sisi kehidupan.

Figur

Mengenal Lebih Dekat Yohana Jebolan X Factor

Solider.id, Malang- Positif, semangat, inspiratif dan bersyukur, demikian kesan yang saya tangkap saat berkesempatan berkenalan dan ngobrol santai dengan artis jebolan X Factor, sebuah acara kompetisi. Namanya Yohana, seorang difabel penglihatan yang baru saja meraih gelar sarjana di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Figur

Laksmayshita Khanza: Tidak Mudah Mengakses Pendidikan bagi Tuli

Solider.or.id.Yogyakarta. “Sejauh ini minim visualisasi materi di kelas teori. Tidak jarang pula dosen berbicara sangat cepat, dan terkadang tidak menghadap kelas. Sehingga bagi saya-mahasiswa tuli, tidak mudah memahami materi kuliah. Namun, ada beberapa dosen yang sudah peka dengan kondisi saya yang tuli. Sehingga saya mendapatkan penjelasan di akhir kuliah, atau diberikan catatan khusus, atau soft file.”

Figur

Sarjiyo: Kampanye Inklusi dan Kritik Sosial Melalui Kesenian

Solider.id, Yogyakarta- Banyak altenatif bagi siapapun dalam menyuarakan inklusifitas kepada masyarakat. Mulai dari lokakarya, diskusi kecil-kecilan, pengajian, ceramah, dan lainnya, termasuk kesenian. Sebagian banyak difabel tentu memiliki potensi itu semua, salah satunya kampanye inklusi melalui berkesenian.

Kesenian bukan hanya sebagai hiburan ataupun media berekspresi bagi seseorang. Lebih luas, kesenian merupakan strategi bagi seseorang untuk menjalankan misi atau tujuannya. Seperti salah satu aktor difabel asla Kulon Progo, bernama Sarjiyo.

Figur

Rodhi dan Karya Lukis

Solider.id, Jakarta- "Motivasi saya  adalah Aku ingin menunjukan  klo disabilitas lumpuh dari dada ke ujung kaki bisa menikmati hidup lebih bahagia.” Kata-kata itulah yang diucapkan kepada Solider saat menemuinya (5/03). Kata-kata itu pula yang selalu diingatnya. Kata-kata yang membuat Rodhi bertahan dalam berkarya tanpa putus asa sejak 2012 sampai sekarang.

Figur

Eka Pratiwi Taufanti: Berani Menerima Setiap Kesempatan

Solider.id, Semarang- Eka Pratiwi Taufanti, difabel netra kelahiran Brebes Jawa Tengah menghebohkan berbagai media karena prestasi-prestasinya yang gemilang. Pada 2016, foto Eka tersebar luas di berbagai media bersama Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Edi Nur Sasongko. Ia menjadi wisudawati terbaik di angkatannya.

Figur

Obituari Mohammad Ali: Pahlawan Kemerdekaan dari Cianjur

Solider.id, Malang- Sebagian orang tentu tahu jika Jalan Muhammad Ali di Cianjur untuk mengenang jasa seorang pahlawan di perang pasca kemerdekaan, di bawah pemimpin laskar Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI) cabang Cianjur.

Jalan yang setiap harinya cukup macet karena lalu-lalang pedagang kaki lima, anak-anak sekolahan, parkir sepeda motor dan angkot yang semrawut, terlebih pada malam hari. Namun tak banyak orang tahu jika pejuang revolusi tersebut adalah seorang difabel.

Berlangganan Figur
The subscriber's email address.