Lompat ke isi utama
Figur

Yovin Dainty: Daur Ulang Sampah untuk Menjaga Lingkungan

Solider.id, Yogyakarta- Dengan posisi tengkurap di ranjang pada kesehariannya tidak membuatnya ketinggalan informasi. Tidak pula menghentikan niatnya terlibat dalam memberi warna dan perubahan pada dunia di sekelilingnya.

Ia memiliki inisiatif untuk memanfaatkan kertas yang kemudian ia warnai. Kertas-kertas bekas itu dikumpulkan dan dibuat origami itu menjadi caranya menyelamatkan lingkungan, mengurangi populasi sampah kertas. Ia tidak ingin barang yang sudah tidak terpakai, dibuang begitu saja dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Figur

Rina Prasarani Buktikan Difabel Netra Bisa Bekerja di Sektor Formal

Solider.id-Semarang Hak setiap warga negara Indonesia  untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak telah diatur di UUD 1945. Namun, realitanya difabel  masih terdiskriminasi dalam hal kesempatan pekerjaan khususnya di sektor formal.
Meskipun undang-undang yang mengatur hak-hak difabel di Indonesia telah disyahkan, faktanya UU tersebut belum terimplementasi secara maksimal. Kalau pun ada lowongan pekerjaan bagi difabel, belum sepenuhnya menjangkau seluruh jenis difabel. Seperti difabel netra, mereka  masih banyak terabaikan dari sisi pemenuhan hak pekerjaannya.

Figur

Yovin Dainty: Daur Ulang Sampah untuk Menjaga Lingkungan

Solider.id, Yogyakarta- Dengan posisi tengkurap di ranjang pada kesehariannya tidak membuatnya ketinggalan informasi. Tidak pula menghentikan niatnya terlibat dalam memberi warna dan perubahan pada dunia di sekelilingnya.

Ia memiliki inisiatif untuk memanfaatkan kertas yang kemudian ia warnai. Kertas-kertas bekas itu dikumpulkan dan dibuat origami itu menjadi caranya menyelamatkan lingkungan, mengurangi populasi sampah kertas. Ia tidak ingin barang yang sudah tidak terpakai, dibuang begitu saja dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Figur

Yovin Dainty: Daur Ulang Sampah untuk Menjaga Lingkungan

Solider.id, Yogyakarta- Dengan posisi tengkurap di ranjang pada kesehariannya tidak membuatnya ketinggalan informasi. Tidak pula menghentikan niatnya terlibat dalam memberi warna dan perubahan pada dunia di sekelilingnya.

Ia memiliki inisiatif untuk memanfaatkan kertas yang kemudian ia warnai. Kertas-kertas bekas itu dikumpulkan dan dibuat origami itu menjadi caranya menyelamatkan lingkungan, mengurangi populasi sampah kertas. Ia tidak ingin barang yang sudah tidak terpakai, dibuang begitu saja dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Figur

Meillisa Trisetya Arum: Belajar Bahasa Isyarat Itu Mudah

Solider.id, Tuban- Ia terlihat lincah ketika menggerakkan kedua tangannya di hadapan teman-teman Tuli. Gerakan tangannya membentuk sebuah pola tertentu. Teman-teman Tuli di hadapannya, seolah mengerti dan paham dari gerakan tangannya.

Ia terlihat lincah menggerakkan kedua tangannya menerjemahkan bahasa umum dari seorang pemateri di sebuah lokakarya. Ia menerjemahkannya ke bahasa isyarat atau sering disebut bahasa ibu, bahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan Tuli.

Figur

Febri Dwi Rayana: Saya Ingin Bergabung Dengan Organisasi Difabel

Solider.id, Surakarta- Ia seorang gadis yang kebal dengan pengaman buli karena orang-orang menganggap kulit yang membungkus tubuhnya itu berbeda dari orang pada umumnya. Ia seorang gadis tegar yang sempoat ditolak masuk Sekolah Dasar karena perbedaan secara fisik yang ada padanya karena dianggap tidak akan mampu mengikuti proses belajar.

Figur

Untung: Bergerak untuk Hak

Solider.id, Banjarnegara- Seminggu yang lalu, sebuah pesan Whatsapp masuk ke ponsel saya. Isinya sebuah undangan untuk menghadiri acara diskusi difabel di Banjarnegara. Pesan ini berasal dari seorang pria.

Ia bernama Untung (42) seorang penggerak difabel di daerahnya. Ia menghubungi saya untuk minta dicarikan narasumber difabel. Memori saya kemudian teringat ke medio 2013, ketika pertama kalinya peringatan Hari Disabilitas Internasional diselanggarakan di Banjarnegara.

Figur

Supriyadi, Unjuk Diri Melalui Jalan Atlet dan Usaha Sablon

Solider.id, Gunungkidul- “Difabel, apapun kondisinya harus bisa melalui semua kesulitan,” tutur pemuda jangkung, menegaskan makna perjuangan (24/02).

Melewati berhektar sawah untuk bisa sampai di halaman rumahnya. Nampak motor roda tiganya terparkir di tepi rumahnya. Ruang tamu penuh dengan perangkat komputer dan aneka alat sablon yang tertata rapi.

Figur

Sukiman dan Partini, Pasangan Difabel yang Buktikan Mampu Hantarkan Kesuksesan Anak

Solider.id, Semarang - Pembentukan karakter diri anak merupakan akumulasi dari pendidikan sejak dini yang diterapkan oleh orangtua. Dalam hal ini, orangtua, keluarga, maupun orang-orang terdekat perlu berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata di hadapan anak. Pendidikan awal yang dapat diajarkan kepada anak dari rumah antara lain tanggung jawab, kedisiplinan, menanamkan nilai-nilai moral dan agama.

Berlangganan Figur
The subscriber's email address.