Lompat ke isi utama
Figur

Perjalanan Hidup Rohmani dan Partisipasinya di Organisasi

Solider.id, Gunungkidul- “Saya pengen seperti orang-orang yang bisa bekerja dan mandiri. Tidak menggantungkan orangtua, tidak bergantung pada saudara dan tidak bergantung pada keluarga,” harapan ini dirapal seorang perempuan yang aktif di Organisasi Sosial Penyandang Cacat (OSPC). Ia ingin memiliki usaha sendiri, sehingga tidak membebani orang lain.

Figur

Umi Nur Faridah dan Kisahnya Merintis SLB

Solider.id, Yogyakarta- 13 tahun lamanya ia mengabdi sebagai guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di D.I Yogyakarta. Ia, seorang perempuan yang menambatkan hatinya kepada anak-anak di SLB yang berdiri pada 2005. Ia juga sekaligus menjadi salah satu perintis berdirinya SLB Tegar Harapan yang beralamat di Jalan Baru, Sanggrahan, Sendangadi, Mlati, Sleman.

Figur

Kisah Para Difabel Pembawa Api Obor Asian Games 2018

Solider.id, Yogyakarta- Menjadi duta pembawa api obor Asian Games merupakan kehormatan dan pengalaman luar biasa. Pengalaman bersejarah pada pesta olahraga terbesar dunia, bangsa-bangsa di Asia, Asean games 2018.

Asian Games 2018 sendiri digelar di Indonesia tepatnya Jakarta dan Palembang menjadi momentum kemanusiaan. Momentum di mana kesetaraan dibangun, kesempatan dibuka kepada seluruh bangsa, tanpa kecuali para difabel.

Figur

Dian Hastiwi: Dari Organisasi Maju ke Caleg DPRD DIY

Solider.id, Kulon Progo– Pekerjaan rumah yang besar selalu hadir pada eksistensi difabel dalam sistem politik Indonesia. Ada dua subsistem yang ada di dalam sistem ini; sistem pemilihan umum dan sistem perwakilan politik. Dua-duanya punya nilai rapor merah pada sebelumnya.

Figur

Atlet Angkat Berat dan Harapan ke Tanah Suci

Solider.id,Gunungkidul- “Difabel bukan batasan untuk melakukan kegiatan. Yakin bahwa kita bisa. Nikmati dan jalani. Inshaa Allah kita bisa sukses dalam bidang apapun yang kita kerjakan,” ia berkata (08/08).

Melihat sosoknya sekilas, orang pasti mengira ia tak pernah mengulas senyuman. Tapi jangan salah bila di balik wajah sangarnya, ia bisa bercanda mencairkan ketegangan. Tawanya selalu lepas menyapa siapapun dalam keramahan. Nampak pendiam meski aslinya ia periang. Ia adalah Sukoco yang menghadapi masalah hidup tanpa beban.

Figur

Hendra, Mandiri Secara Ekonomi dengan Digital Recording

Solider.id Bandung – Difabel cenderung hidup dengan stigma. Stigma yang tumbuh pun seolah melarung mereka pada ruang berbatas serta pada kemandirian yang serba terbatas. Pentas untuk berkarya dan berdaya seolah mampet tersumbat anggapan bahwa difabel tak bisa apa-apa. Lantas imbasnya, tentu mengena pada segala aspek kehidupan mereka tak terkecuali urusan keuangan. Namun, bukti kemandirian secara ekonomi coba ditunjukkan oleh Hendra Sujatmika Pristiwa, seorang difabel netra dari Kota Kembang Bandung lewat karya dan bisnisnya di dunia musik.

Figur

Agus Saryono: Difabel itu Aset, bukan Keset!

Solider.id, Gunungkidul- “Sekarang kamu bisa apa? Paling hanya jadi beban keluarga dan masyarakat. Makanya, ikut saya saja. Dengan ngemis di pinggir jalan kamu bisa dapat uang.”

Seorang pria mengaku pernah mendapati dua kalimat di atas dalam hidupnya. Ia merasa dua kalimat itu membuatnya meradang. Ia merasa di remehkan. Namun, di satu pemikiran lain, ia berpikir dua kalimat di atas justru menjadi bara semangat dalam hidupnya. Ia merasa sebagi seorang yang memiliki hambatan, mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari secara mandiri.

Figur

Sutiayah, Jadikan Ejekan Sebagai Pelecut Impian

Solider.id, Gunungkidul- Desa Dadap Ayu, tepatnya Dusun Pok Dadap Rt 02 Rw 10, Semanu, menjadi dusun yang berada di ujung paling selatan desa Semanu. Letaknya yang terpisah dari keramaian, di bentang berpetak hutan, membuat siapapun yang hendak menuju ke sana bertanya penuh keraguan. Sebab, tak sedikitpun nampak ada dusun atau pedesaan. Harus melewati berkelok-kelok jalan dengan tanjakan. Pemandangan berhektar hutan jati dengan daun yang meranggas kekeringan, jalanan sepi, batu-batu cadas yang berdiri kokoh.

Berlangganan Figur
The subscriber's email address.