Lompat ke isi utama
Figur

Andi Sunarko, Bekerja dengan Cinta

Sederhana dan apa adanya. Kesan yang akan kita temukan dari sosok Andi Sunarko (49 tahun) ayah dua orang putri yang membuka usaha potong rambut “salon Adinda” untuk pria, wanita dan anak-anak di daerah Karangjati, kabupaten Semarang. Ruang salon sekaligus difungsikan sebagai showroom hasil-hasil pesanan dari handycraft yang dia ciptakan.

 

Figur

Agus Fitriadi, Atlet Difabel Amputi Ukir Prestasi

Solider.or.id, Surakarta-Menggunakan kursi roda sumbangan dari seorang atlet difabel asal Taiwan pada tahun 2006, Agus Fitriadi, salah seorang dari empat atlet tenis lapangan yang saat ini menjalani pemusatan latihan di lapangan tenis GOR Manahan untuk Asian Paragames di Korea Oktober mendatang diwawancarai oleh Solider, Jumat (22/8/2014).

Avida Zulia Mega, Difabel Netra Mahasiswa Baru UNS Sebelas Maret Min, 24/08/2014 - 12:46

Solider.or.id, Surakarta- Avida Zulia Mega, difabel netra mahasiswa baru jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (PLB FKIP UNS) Surakarta menyatakan kesiapan diri untuk menjalankan komitmen sebagai mahasiswa.  Ditemui di sela-sela Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaru) di Auditorium UNS Sebelas Maret baru-baru ini, Mega yang berprestasi di seni vokal saat masih bersekolah di SMK N 8 Surakarta menyampaikan pendapatnya.

Figur
Figur

Novi Indriastuti Difabel Netra Berprestasi di Olimpiade Sains Nasional

Solider.or.id, Surakarta – Novi Indriastuti adalah pelajar yang berprestasi di  bidang studi matematika dan seni vokal. Ia belajar di kelas XI SMA N Wanadadi Banjarnegara yang merupakan sekolah inklusi yang ditunjuk oleh Dispora setempat dan Direktorat Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK). Ditemui di sela-sela pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA LB, SMA Inklusi di Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo  baru-baru ini, peraih peringkat pertama paralel kelas di SMA N Wanadadi tersebut menceritakan tentang dirinya.

Figur

Siti Marjanah Berharap Bisa Berbagi Dengan Orangtua Anak Down Syndrome

Solider.or.id, Boyolali – Berhasil mendidik anak dengan Down Syndrome (DS) membuat Siti Marjanah masih memiliki harapan bisa berbagi dengan sesama orangtua anak DS. Hal ini diungkapkannya saat berbincang dengan Solider di kantornya di Jalan Bangak-Simo, Trayu, Banyudono, Boyolali pad Kamis (22/5/2014).

Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Mitra Amanda ini memiliki seorang anak Didik (24) seorang penyandang DS. Dia tercatat sebagai siswa kelas VIII di sekolah ini. Selain bersekolah dia memiliki tugas menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Figur

Wardi, Difabel Netra Semangat Rintis Usaha

Wardi (35) adalah seorang difabel netra asal Wonosobo. Sejak kelas 3 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dia sudah tinggal di Yogyakarta. Ketika di MTs, Wardi tinggal di asrama Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam ( Yaketunis), tetapi hanya selama  satu tahun. Kemudian dia bergabung bersama Yayasan Mardi Wuto, di Kompleks Rumah Sakit Mata “dr. Yap”  sampai sekarang ini.

Figur

Aslih Futi Rohmah, ABK Pantang Menyerah untuk Bersekolah

Solider.or.id, Surakarta- Ditemui di sela-sela Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Pembinaan Anak-anak Cacat (YPAC) ke 62 baru-baru ini, Aslih Futi Rohmah layaknya anak-anak lain bergembira didampingi oleh ibunya. Futi demikian panggilan akrabnya lahir di Sukoharjo 28 Mei 2003. Dia terlahir prematur  dengan usia kehamilan ibunya 6 bulan dan berat badan 1,2 kg.

Figur

Pengabdian dan Kebahagiaan Seorang Guru SLB

Solider.id, Semarang- “Saya hanya bisa bersyukur bahagia saat anak-anak Tuli, para siswa saya bisa mandiri baik dalam hal pekerjaan, pendidikan, maupun dalam hal berrumah tangga.” Kalimat tersebut dirafalkan seorang perempuan yang mengemban tugas mengayomi anak-anak didiknya.

Perempuan paruh baya itu bernama Etti Sumiyanah adalah kepala SLB B Swadaya Semarang. Ia mengucap rasa syukur ketika mendapati kabar bahwa salah satu anak didiknya telah berhasil lulus.

Figur

Perhatian Pemerintah terhadap Paralimpian Masih Kurang

Solider.or.id, Surakarta- Saat ini perhatian pemerintah terhadap atlet paralimpik (paralimpian) dinilai masih sangat kurang. “Bayangkan saja perbedaan penghargaan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten atas prestasi paralimpian. Dalam PORPROV ada perbedaan nominal angka, bagi atlet peraih medali emas  nondifabel adalah 20 juta sedang difabel 7,5 juta,” tutur Fajar Nur Hadianto atlet cabang olah raga renang yang ikut diberangkatkan pada  7th Asean Para Games Myanmar 2014.

Figur

Jaka Ballung, Difabel Daksa Multitalenta

Solider.or.id, Surakarta-Ditemui di sela-sela acara hibah Purwarupa Mobile Community Acces (MCAP) di Rumah Blogger Indonesia pada Kamis (21/11) Jaka Ballung, difabel daksa, blogger dengan berbagai bakat alamiah kelahiran Sragen bercerita tentang aktifitasnya sehari-hari.

Berlangganan Figur
The subscriber's email address.