Lompat ke isi utama
Difabel netra sedang mengikuti opeluncuran buku SAPDA

Difabel Netra Masih Awam dengan Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Anak

Solider.or.id, Yogyakarta – Remaja dan orangtua difabel masih awam pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang benar dan tepat. Menurut riset dari Sentra Advokasi Difabel, Perempuan, dan Anak (SAPDA), dari 200 difabel sebagai subjek riset, 80 persen di antaranya belum paham tentang pubertas dan menstruasi pada perempuan. Fika, salah satu pengurus DPD Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) mengaku masih bingung untuk memberi pengetahuan kesehatan reproduksi kepada putrinya yang tahun ini masih SD. “Dia sudah bertanya-tanya, kok bisa saya ada di dunia itu seperti apa prosesnya,” ungkapnya. Selama ini Fika baru bisa menerangkan bagaimana cara merawat diri sendiri dan apa saja saja batasan yang boleh disentuh orang lain. Ditemui di acara peluncuran buku “Panduan bagi Orangtua dan Pendamping Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja dengan Disabilitas” yang diselenggarakan oleh Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) di University Club, Universitas Gadjah Mada, Selasa (16/2). Fika mengungkapkan bahwa panduan tersebut penting diberikan kepada perempuan difabel yang sudah memiliki anak dan pasti suatu saat punya anak. bagaimana mereka harus mengajarkan kesehatan reproduksi yang baik pada anak. Tak jauh berbeda dengan Fika, Suparmi difabel netra asal Sleman ini mengaku bahwa selama ini masih bingung memberi pendidikan kesehatan reproduksi pada putrinya. lebih-lebih putri Suparmi kini sudah remaja dan duduk di bangku sekolah menengah. “Saya kadang khawatir dengan pergaulan anak perempuan saya. kadang-kadang saya merasa kesulitan memantaunya. Untuk mengatasi hal itu, selama ini, saya hanya bertanya pada kerabat dekat dan juga kadang saya meminta saran dari ibu bidan yang sudah menjadi pelanggan jasa pijat saya. harapannya, buku panduan ini sangat berguna bagi kami orang tua difabel yang memiliki anak yang sudah remaja”. (Ajiwan

The subscriber's email address.