Lompat ke isi utama
Anak dengan gangguan penglihatan sedang menjalani deteksi dini.

Durasi Menonton Televisi Pengaruhi Gangguan Penglihatan pada Anak

Solider.or.id, Yogyakarta - Indana Zulvian, koordinator Program Vision Camp, program deteksi dini gangguan penglihatan, mengatakan bahwa gangguan penglihatan pada anak anak banyak disebabkan oleh kegiatan menonton televisi minimal lima jam setiap hari. Akibatnya anak direkomendasi untuk menggunakan kacamata minus, maupun silinder.

Ditemui di program Vision Camp di SLB Negeri 1 Bantul, Zulvian Sabtu (12/3) kemarin, Zulvian mengatakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua untuk mencegah anak terkena gangguan penglihatan.

Menurut Indana, hal-hal yang perlu dilakukan orangtua antara lain adalah dengan mulai mengurangi jatah nonton televisi, mengurangi pemakaian gadget atau gawai, menjaga jarak pandang saat membaca, serta memberikan asupan makanan yang bergizi untuk mata.
“Di sini peran orangtua untuk mengingatkan anak-anak mereka akan dampak dan bahaya radiasi cahaya televisi, gadget. Mengingatkan jarak menonton televisi, minimal lima kali ukuran televisi,” ujar Indana.

Tanda Gangguan Penglihatan
Menurut keterangan Indana Zulvian, ada beberapa tanda fisik yang mungkin mengindikasi bahwa mata anak mengalami masalah penglihatan. Tanda-tanda tersebut meliputi: (1) air mata berlebihan – hal ini dapat menunjukkan penyumbatan saluran air mata, (2) kelopak mata merah – ini bisa menjadi tanda infeksi mata, (3) mata berputar Konstan – ini mungkin menandakan masalah dengan kontrol otot mata, (4) sensitivitas terhadap cahaya berlebihan, ini mungkin menunjukkan tekanan tinggi di mata, serta (5) timbulnya pupil mata berwarna putih – ini memungkinkan adanya kanker mata.

The subscriber's email address.