Lompat ke isi utama
Audiensi ke Kementerian Agama

Dria Manunggal Tuntut Aksesibilitas Tempat Ibadah

Solider.or.id.Yogyakarta- Dria Manunggal berkolaborasi dengan Komunitas Muda Lintas Agama dan Komite Penyandang Disabilitas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Selasa (7/6). Ninik Heca, Koordinator Audiensi mengungkapkan bahwa, audiensi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai langkah untuk mewujudkan aksesibilitas tempat peribadatan.

“Hampir seluruh tempat ibadah belum ramah terhadap difabel. Padahal, ibadah merupakan salah satu hak dasar bagi siapa saja, tidak terkecuali difabel. Saat ini permasalahan difabel masih luput dari perhatian tokoh agama,” ungkap Ninik Heca.

Ninik mengungkapkan permasalahn tersebut di antaranya minimnya akses masuk tempat ibadah, termasuk tidak adanya penerjemah untuk Tuli saat ada ceramah agama baik khotbah atau misa.
“Selain itu, kelompok difabel juga membutuhkan buku panduan atau kitab khusus untuk menunjang peribadatan,” tambah Ninik.

Menurutnya, langkah yang sudah ditempuh sebelumnya antara lain, berdialog dengan para pemuka atau pemimpin masing-masing agama dan aliran kepercayaan. Mengunjungi tempat-tempat peribadatan, juga membuat petisi. Namun hingga saat ini belum tampak hasil yang konkret. Komisi Penyandang Disabilitas DIY juga sudah membuat petisi yang ditunjukkan kepada Presiden RI.

“Petisi yang ditujukan pada Presiden Republik Indonesia dan 48 lembaga pemangku kepentingan sudah kami buat. Namun, tampaknya aksesibilitas tempat peribadatan bagi difabel dianggap tidak penting oleh masyarakat,” tambah Ninik.

Ia menyarankan agar pembangunan tempat ibadah harus universal. Hal ini perlu dilakukan agar aksesibilitas tidak semata untuk difabel, tetapi juga para lanjut usia, ibu hamil, atau masyarakat lainya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Nizar M.Ag., Kakanwil Kemenag DIY, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi takmir masjid. Kaitannya dengan sarana dan prasaranaKanwil Kemenag DIY hanya bisa melakukan mengimbau.

“Pengurus tempat ibadah juga kesulitan mencari penerjemah. Akan lebih efektif bila Dria Manunggal memiliki data difabel dalam suatu wilayah agar kanwil dapat membantu menyampaikannya kepada pengurus tempat ibadah,” imbaunya.

The subscriber's email address.