Lompat ke isi utama

DIfabel Masih Inginkan Pelatihan Menjahit dan Perbengkelan

Solider.or.id, Karanganyar -Banyak difabel, terutama yang tinggal di pedesaan masih menginginkan pelatihan menjahit dan perbengkelan. Demikian yang diungkapkan oleh Ngadimin, salah seorang peserta pelatihan menjahit dan perbengkelan yang diselenggarakan oleh bidang tenaga kerja dinsosnakertrans kabupaten Karanganyar. Pelatihan yang bersumber dana APBN 2016 bertajuk pemberdayaan tenaga khusus penyandang disabilitas diselenggarakan di Pondok Sari, Tawangmangu ( 10-12/5) dengan kepesertaan sejumlah 20 orang.

Pelatihan difasilitatori oleh difabel yang sudah sukses menjalani usaha penjahitan dan perbengkelan. Tak hanya pelatihan, ke depan para difabel yang dilatih mendapat bantuan sarana. Pelatihan serupa juga diselenggarakan di tahun 2015 dengan pelatihan ternak dan budidaya kelinci, sesuai dengan potensi daerah setempat.

Banyak Difabel Belum Tersentuh

Antusiasme difabel untuk mengikuti pelatihan di antaranya karena kesempatan yang jarang dan tidak semua tersentuh informasi. Murseno, kasi penta bidang tenaga kerja dinsosnakertrans mengatakan bahwa pihaknya akan lebih mudah untuk mengkoordinir untuk memberikan informasi-informasi peluang pelatihan yang dibutuhkan oleh difabel apabila sudah ada kelompok difabel.
Istini Anggoro, fasilitator dari PPRBM Solo mengatakan bahwa dirinya bersama dengan dinsosnakertrans mendorong agar di setiap kecamatan di 17 kecamatan yang ada untuk membentuk Self Help Group (SHG). "Saat ini sudah ada tiga rintisan kelompok yakni di Mojogedang, Ngargoyoso dan Jumapolo,"jelas Istini Anggoro.

The subscriber's email address.