Lompat ke isi utama
Pelatihan Audiovisual di Pojok Budaya

Difabel Berlatih Produksi Media Audio Visual, Kembangkan Potensi Diri

Solider.or.id.Bantul- Difabel and Friends Community (Diffcom) bekerja sama dengan Picture Style Cinema mengadakan pelatihan audiovisual untuk remaja difabel. Pelatihan ini diikuti oleh 16 difabel dengan ragam difabilitas selama tiga bulan di Pojok Budaya, Pandes, Sewon, Bantul.

Budi Dharma alias Butong, salah seorang penyelenggara, pelatihan ini akan diadakan sekali seminggu dan berakhir pada April 2016. Pelatihan ini mendapatkan dukungan pemerintah desa Panggungharjo, Bakpia Kedaton, dan persatuan Orangtua Anak Disabilitas Indonesia (PORTADIN).

“Dengan workshop audio visual tersebut, diharapkan dapat meningkatkan perspektif masyarakat terhadap komunitas difabel, menguatkan kapasitas difabel dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan media sehingga mereka mampu berkarya,” ungkap Butong kepada Solider, Minggu (6/3).

Dimas, salah seorang fasilitator mengatakan bahwa pada awalnya ia dan Setya, partner fasilitasinya, merasa gugup karena kali pertamanya memfasilitasi difabel. “Tapi, pada pertemuan selanjutnya kami sudah menyatu, cair dalam interaksi saling belajar. Kami saling memotivasi,” ujar Dimas yang diiyakan Setya.

“Saya yakin mereka mampu menghasilkan karya audio visual yang bermutu. Semangat mereka menjadi semacam generator ajaib bagi kita semua yang mendampingi.” kata Setya.
Saat ini peserta sedang menyiapkan produksi film yang diambil dari naskah karya salah seorang peserta, Edi Supriyanto. “Menulis ide cerita atau menulis naskah adalah salah satu materi dalam pelatihan audio visual,” ungkap Dimas.

Dalam pelatihan tersebut peserta dibekali perkenalan tentang audio visual, penggunaan alat, teknik pencahayaan, teknik audio, editting, dan penggunaan kamera. Pelatihan nantinya akan mengoptimalkan aspek kerja sama dan kemampuan minat bakat serta orientasi bidang kerja baru.

“Gelar karya akan dilaksanakan pada Minggu ke tiga bulan April 2016. Saat itu mereka akan nonton bareng karya film produksi 16 remaja difabel, peserta pelatihan audiovisual,” pungkas Dimas.

The subscriber's email address.