Lompat ke isi utama
Difabelitik

Karunia dari Lumajang

Oleh Ishak Salim

 

DI SEBUAH KAMPUNG KECIL DI LUMAJANG, Mamad sedang membaca Kitab malam itu. Anak-anak sudah tidur. Istrinya, Inah, baru saja usai mengaji.

Di atas meja kayu, ada dua koin tergeletak. Masing-masing bernilai 5 rupiah. Mamad meraih satu koin itu dan mengamati gambarnya. Sebuah keluarga terdiri dari bapak, ibu dan kedua anaknya berdiri berjejer.

Mereka sedang menatap ke dalam koin, jauh sekali seperti menuju masa depan. Tulisan ‘Keluarga Berencana’ yang melingkari tepi koin menunjukkan maksud gambar itu.

Figur

Widi Haryanti: Usia Bukan Halangan untuk Terus Berjuang

Solider.id, Yogyakarta- Menjadi aktivis itu bukan hanya porsi orang-orang muda saja. Menjadi aktivis juga tidak membedakan usia, gender, agama, suku bangsa maupun status sosial lainnya. Berjuang, membangun gerakan, menciptakan perubahan, itu milik orang-orang yang memiliki komitmen dan pantang menyerah.”

Berlangganan Difabel berjuang
The subscriber's email address.