Lompat ke isi utama
Desa Inklusi

Pentingnya Pembentukan BUMDes dan Gerakan Inklusivitas di Kabupaten Karanganyar

Solider.or.id, Karanganyar-Tri Sakti Desa dalam pemerintahan Jokowi-JK mengatakan bahwa demi tercapainya kemandirian ekonomi desa, yaitu desa mampu menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar warganya dengan mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi sumber daya ekonomi yang dimiliki desa. Bukan desa yang hanya bisa hidup karena bantuan dari pihak luar (pemerintah, swasta atau lembaga hibah dan donor).

Desa Inklusi

Deklarasi Ngentakrejo Desa Inklusi: Siap Sosialisasi ke Masyarakat

Solider.or.id, Yogyakarta- Desa Ngentakrejo melalui pemerintah desa dan segenap elemen masyarakat berkomitmen turut serta dalam membangun desa Ngentakrejo menjadi desa Inklusi. Hal tersebut setelah dibacakannya Deklarasi Inklusi oleh perwaklian pemerintah desa dan perwakilan Karang taruna Tunas Harapan di acara perayaan Hari Difabel Internasional (HDI) pada Sabtu (19/12).

Pemerintah Desa Gulurejo Akan Naikkan Anggaran Pembangunan Desa Inklusi

Solider.or.id,Yogyakarta- Pemerintah Desa Gulurejo berkomitmen akan menaikkan dua kali lipat anggaran pengembangan masyarakat, terkhusus untuk pembangunan desa inklusi. Hal tersebut diungkapkan oleh Sajidi, Kepala Desa Gulurejo, dalam workshop “Rencana Kerja Pembangunan Desa Inklusiyang diselenggarakan kader Rindi desa Gulurejo pada Sabtu (7/11).

Perilaku Eksklusi di Pedesaan Jadi Tantangan Kader Rintisan Desa Inklusi

Solider.or.id,Yogyakarta- Salah satu dari sekian banyak tantangan kader desa Rintisan Desa Inklusi (RINDI) dalam membangun desa inklusi adalah masih banyaknya prilaku eksklusif dari masyarakat desa. Hal tersebut dikatakan Rohmanu Solikhin selaku manajer program RINDI dalam acara Monitoring dan Evaluasi pada Selasa (27/10).

“Dari yang sudah diceritakan kader, eksklusi, baik dari masyarakat atau keluarga difabel jadi tantangan kita dalam enam bulan kedepan,” tutur Rohmanu.

Kelompok Difabel Desa Rancang Strategi Baru Rintisan Desa Inklusi

Solider.or.id,Yogyakarta- Delapan Kelompok Difabel Desa (KDD) yang terbentuk di delapan desa merancang strategi baru dalam menjalankan program Rintisan Desa Inklusi (RINDI) dalam jangka waktu enam bulan ke depan. Rancangan tersebut dibuat setelah melakukan monitoring dan realisasi program kerja RINDI yang sudah berlangsung sejak Juni 2015. Hal tersebut dikatakan Kuni Fatonah asissten program Rindi kepada solider pada Rabu (28/10).

Berlangganan Desa Inklusi
The subscriber's email address.