Lompat ke isi utama
Diskusi bersama Jejer Wadon, Solo

Denise Beckwith : Topik Tentang Difabel Harus Dimasukkan dalam Pembicaraan Sehari-hari

Solider.or.id, Surakarta- Menurut Denise Beckwith, aktivis difabel dari Silent Tears Australia, semua orang butuh untuk diedukasi menyangkut difabilitas. Ditemui saat acara diskusi “Saatnya Perempuan Difabel Bicara” di The Sunan Hotel (27/3) lalu, Denis berpendapat bahwa topik difabel harus terus dimasukkan dalam perbincangan sehari-hari, baik kepada anak-anak maupun orang dewasa.

Di hadapan dua puluh lima pegiat difabel dan isu perempuan dan anak, lintas agama serta kepemudaan, Denise Beckwith juga mengatakan bahwa Australia memiliki sistem kebijakan yang bagus dan Indonesia punya cara lain dengan dukungan dari komunitas-komunitas. Hal ini menjadi modal yang besar untuk menyuarakan kebutuhan yang besar.

“Memiliki sistem kebijakan yang bagus harus dimiliki Indonesia yang sedang menyesuaikan cara pandang menjadi inklusi. Perubahan pola pikir untuk cara bertindak masyarakat menjadi yang bagus atas kebutuhan difabel,”imbuh Denise Beckwith.

Ketika menyebut kebijakan terkait penanganan difabel psikososial di Indonesia yang berakhir kepada pemasungan, Belinda Mason menambahkan bahwa suara-suara yang ada disuarakan. Orang-orang pemegang kunci kebijakan harus mengerti bahwa ini bukan sekadar angka-angka tapi pengalaman dari manusia. Kebijakan dan servis pemerintah adalah satu hal. Tetapi perubahan paradigma masyarakat adalah penting.

The subscriber's email address.