Lompat ke isi utama
Berita

Memotret Lebih Dalam Dampak Covid-19 Melalui Survei Tahap Kedua

Solider.id,- Sejumlah organisasi pergerakan disabilitas yang tergabung dalam Jaringan Organisasi Difabel Respon Covid Inklusif, melaksanakan survei Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kehidupan Penyandang Disabilitas di Indonesia. Survei bertujuan memotret dampak Covid-19 di berbagai aspek secara mendalam. Selanjutnya dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan intervensi yang tepat.

 

Difabelitik

Alternatif Pekerjaan Pasca Pandemi bagi Difabel Masih Minim

Solider.id, Bandung- Bagaimana cara para terapis difabel netra pasca pandemi berlangsung dalam mencoba mempertahankan kehidupannya secara ekonomi?

 

Dampak pandemi covid-19 masih sangat terasa olah masyarakat luas termasuk para difabel. Ragam aktivitas yang mengharuskan berinteraksi secara langsung, atau yang memerlukan kontak fisik masih terus diminimalisir. Termasuk jenis prosesi para terapis yang masih menutup layanan klinik pijat difabel netra di berbagai lokasi.

 

Berita

Hambatan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Difabel di Masa Pandemi

Solider.id, Yogyakarta– “Di satu sisi perempuan dan anak korban kekerasan tetap harus mendapatkan bantuan pelayanaan. Di pihak lain petugas yang menangani juga harus cermat agar tidak tertular Covid-19,” ujar Catur Udi Handayani dalam diskusi Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan Disabilitas di Masa Pandemi yang diselenggarakan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) secara daring pada Jumat, (30/10).

 

Difabelitik

Memetakan Penanganan Difabel Pasca Pandemi Covid-19

Solider.id, Boyolali- Asesmen dampak Covid-19, sudah dipaparkan ke publik. Dari asesmen, dihasilkan 8 rekomendasi yang memerlukan tindak lanjut agar bisa diimplementasikan sebagai bahan referensial bagi pemerintah dalam merespon kebutuhan masyarakat difabel yang terdampak pandemi Covid-19.

Difabelitik

Mengelola Faktor Risiko Kambuh Difabel Mental Psikososial Saat Pandemi

Solider.id, Surakarta- Oktavi (bukan nama sebenarnya) remaja 19 tahun penyintas difabel skizofrenia. Ia tinggal bersama ibu dan adik kandungnya di sebuah rumah kecil dengan luas tak lebih dari 30 meter. Rumah itu terletak di pinggir jalan utama Kampung Joyotakan, Kecamatan Serengan.

Oktavi mengalami gangguan kejiwaan saat duduk di bangku SMK sekira tiga tahun lalu dengan gejala awal didiagnosis penyakit epilepsi. Waktu itu, ia dirawat di sebuah rumah sakit umum, sebelum mendapat rujukan ke RSJD Surakarta dan menjalani rawat jalan hingga sekarang.

Berlangganan Covid-19
The subscriber's email address.