Lompat ke isi utama
Mukhotib memberikan materi tentang kesehatan reproduksi.

Cara Pandang tentang Difabel Pengaruhi Keberhasilan Penyampaian Informasi Kesehatan Reproduksi

Solider.or.id, Yogyakarta- Cara pandang orangtua dan petugas kesehatan tentang difabilitas sangat berpengaruh pada keberhasilan penyampaian pendidikan kespro pada difabel remaja. Hal ini diungkapkan oleh Mukhotib, salah satu pembicara dalam lounching buku “Panduan Bagi Orangtua dan Pendamping Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja dengan Disabilitas” yang diselenggakan oleh lembaga Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) di gedung University Club Universitas Gadjah Mada (UC UGM) pada Selasa (16/2).

Menurut Mukhotib, ideologi kenormalan yang sampai saat ini melekat di masyarakat menjadi salah satu penyebab mengapa selama ini difabel kurang mendapat informasi tentang kesehatan reproduksi. “Kadang-kadang ada orang yang menilai bahwa bagaimana mungkin difabel itu punya dorongan seksual, lha wong tubuhnya saja seperti itu, pasti difabel itu a seksual,” ungkapnya.

“Mereka berdalih dengan mengatakan bahwa semua orang berhak mengakses layanan kesehatan di pusat-pusat layanan kesehatan, tapi begitu ada difabel yang datang dan ingin berkonsultasi tentang persoalan kesehatan reproduksi, tempatnya tidak aksesibel. Jika ada teman tuli yang datang, tidak disediakan penterjemah bahasa isyarat yang dapat membuat komunikasi tenaga medis dengan difabel menjadi semakin mudah” pungkas Mukhotib. (Ajiwan Arief)

The subscriber's email address.