Lompat ke isi utama
Lambang peduli autis

Braingym & Edu-Kinesiology Akan Beri Terapi dan Konsultasi Gratis ke Anak Autis

Solider.or.id, Yogyakarta- Tim Braingym& Edu-Kinesiology Yogyakarta berencana menyelenggarakan kegiatan terapi dan konsultasi gratis bagi anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya. Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari peduli autis sedunia. Selain fokus pada anak autis, acara ini juga mengharapkan partisipasi orangtua, sebagai upaya pengoptimalan potensi anak autis.

Program ini akan berlangsung selama tiga bulan, yaitu sejak 9 Mei sampai dengan 25 Juli 2016. Peserta terapi akan dilayani setiap hari senin, dari jam 09.00 - 12.00 WIB, di Gedung Hanoman, Jl. Sultan Agung 44, Yogyakarta. Pendaftaran peserta ditutup pada hari Minggu, 5 Mei 2016. Berikut adalah format pendaftarannya; Ketik: nama orangtua-usia-pekerjaan-nama anak-usia ke nomor 0812-2827-9555. Pendaftaran tersebut urgen untuk dilakukan segera untuk keperluan assesment dan penilaian kebutuhan calon pasien sebelum terapi.

Noni Swediati, penanggung jawab program menyatakan bahwa sebagian anak autis dalam spectrum ringan dapat disembuhkan dengan beberapa kondisi, yaitu apabila diterapi sejak dini. Menurutnya, kasih sayang dan kesabaran ekstra merupakan pendekatan yang harus dilakukan dalam pendampingan, terapi dan pendidikan anak autis. Acara ini adalah upaya untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut. Adapun bentuk terapi yang akan dilakukan adalah memberikan terapi untuk memperbaiki keseimbangan tubuh dan meningkatkan fungsi dasar tubuh, seperti peredaran darah, penguatan otot, kelancaran energi, aktivasi sistem saraf, serta integrasi refleks.

Fokus pada Potensi Anak

Tim Braingym & Edu-Kinesiology Yogyakarta memiliki fokus pada pengembangan potensi anak. Meski begitu, peran dan partisipasi aktif orangtua tetap diharapkan. Orangtua diimbau untuk memetakan potensi dan kecerdasan anak. Menurut Noni Swediati, bentuk kecerdasan sangat beragam, di antaranya matematis, kinestetis, dan verbal. Sementara itu, Noni menambahkan bahwa orangtua-lah pihak utama yang harus mampu melakukan pendekatan terapi dengan memaksimalkan potensi kecerdasan dasar anak.

“Pendidikan yang bersifat multi disiplin, yang mencakup pendidikan khusus, intervensi tingkah laku dan terapi yang bersifat spesifik, akan memperbaiki sosialisasi anak, meningkatkan kemandirian, serta kemampuan komunikasi verbal maupun non verbal,” ujar Noni menjelaskan bentuk pendidikan dan terapi yang ia lakukan.

.

The subscriber's email address.