Lompat ke isi utama
toko online

Difabel Mulai Berlatih Berwirausaha Online

Solider.or.id,Yogyakarta- Tiga puluh mahasiswa difabel Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti pelatihan pembuatan toko online. Pelatihan berlangsung di Gedung Rektorat UIN Sunan Kalijaga, Jumat (12/2). Safrina Rovasita, salah seorang mahasiswa S2 universitas tersebut bekerja sama dengan PLD UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan pelatihan bagi mahasiswa difabel di kampusnya.

Sebagai salah satu dari lima puluh tujuh wanita peraih penghargaan SheCan Awards 2015, yang diterimanya dari Tupperware pada Desember tahun lalu, dia ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa difabel di kampusnya maupun dari luar kampus. “Saya melihat, pelatihan membuat toko online ini akan memberi manfaat dan merupakan peluang bagus bagi teman-teman saya, juga saya sendiri,”ungkap Safrina di sela-sela pelatihan.

Penting bagi Mahasiswa Miliki Keterampilan Menurut Safrina, selama ini mahasiswa difabel diaggap lebih tinggi dari pada difabel yang tidak kuliah. Mereka dianggap berpeluang lebih besar dalam mendapatkan pekerjaan. “Pandangan bahwa mahasiswa difabel lebih tinggi, lebih baik da lebih mudah mengakses pekerjaan, dari pada difabel yang tidak kuliah, itu salah!” ungkap Safrina. ”Toko online merupakan peluang usaha di era modern yang bisa dikerjakan oleh kami-kami para difabel.

Sebab transaksi jual beli menjadi lebih praktis dan efisien. Untuk itu dibutuhakan keterampilan dan pengetahuan,” jelasnya. Harapannya, pelatihan keterampilan tersebut dapat diteruskan oleh UIN Sunan Kalijaga. Agar mahasiswa lulusan UIN memiliki keterampilan yang dapat menunjang masa depannya, sehingga difabel tidak hanya fokus mendapatkan pekerjaan setelah selesai kuliah. Dia juga berharap pada Dinas Sosial (Dinsos) untuk dapat menangkap bahwa pelatihan toko online tersebut menjadi bentuk pelatihan alternatif bagi difabel.

Muhrisun Afandi, Ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memungkinkan untuk ditindaklanjuti karena PLD sudah mempunyai anggaran dalam pengembangan wirausaha. “Tahun ini, paling tidak pada semester kedua pelatihan wirausaha akan dimulai, sebab anggaran pegembangan wira usaha akan turun pada April tahun ini,” ungkapnya.

Fakta sulitnya sarjana difabel mengakses pekerjan di sektor formal dan non formal membulatkan tekaadnya memberikan pelatihan alternatif yang memungkinkan difabel dapat melakukannya sendiri, tidak bergantung dengan siapapun. , Muhrisun juga menyampaikan bahwa PLD UIN Sunan Kalijaga membuka peluang bagi para pemilik usaha untuk membangun kerja sama, berjejaring sebagai mitra kerja, bersama-sama menjadi patner dalam mendampingi difabel hingga mandiri.

Anang Supriyadi, mahasiswa Fakultas Tarbiyah mengungkapkan latihan terebut sangat bermanfaat baginya, namun karena terbatasnya waktu dia merasa masih kurang dalam memahami materi. “Sangat bermanfaat dan menarik sekalui bentuk pelatihan semacam ini. Meskipun ini hanya dasar saja. Saya berharap akan mendapat pelatihan lanjut,” demikian harapnya.

The subscriber's email address.