Lompat ke isi utama
Berita

63 Difabel baru dapat Jadup di Klaten

Jumlah difabel dengan kecacatan berat di Klaten belum divalidasi ulang. Sejauh ini baru tercatat ada 205 difabel dengan kecacatan berat. Difabel dengan kecacatan berat ini tidak bisa melakukan apa-apa secara nyata, dan harus mendapatkan bantuan dan santunan sosial dari Kemensos. Sementara ini di Klaten baru 63 orang yang terdaftar untuk mendapatkan jadup - jatah hidup, sementara sisanya masih menunggu kesempatan atau tahun depan, itupun jika kuotanya ada.

Berikut berita dari Solopos:

 

142 Difabel Cacat Berat di Klaten Belum Dapat Jadup

 

Berita

3 Desember untuk Disability Gathering for Justice

Untuk memperingati Hari Difabel Internasional (UN‘ International Day of Persons with Disabilities) 3 Desember 2012, SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel) dan media online Solider bekerjasama dengan AIPJ (Australia-Indonesia Partnership for Justice) dan komunitas difabel di Daerah Istimewa Yogyakara menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertajuk ”Disability Gathering for Justice” yang bertujuan mengkampanyekan isu disabilitas dan akses terhadap hukum dan keadilan.

Berita

Ditolak jadi Kades karena Tangan Buntung

Hanya karena tangan buntung, pria ini tidak boleh atau dicacatkan lagi dengan tidak boleh mencalonkan diri sebagai kepala Desa di Desa Telukrendah Ulu, Kecamatan Teboilir, Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi. Pria tersebut bernama Hazinul Amri berumur 36 tahun. Hal ini terjadi pada awal bulan ini tepatnya pada tanggal 1 November 2012. Celakanya lagi yang memutuskan bahwa Hazinul Amri, pria bertangan buntung ini tidak lolos menjadi calon hanyalah panitia pemilihan Desa setempat.

Berita

Menjawab Kebutuhan Difabel dengan Lakukan Survey Layanan Kesehatan

Solider.id, Karanganyar-Menjawab kebutuhan difabel akan layanan kesehatan yang aksesibel, dan mengarusutamakan difabilitas dalam setiap kebijakan bagi pemangku kebijakan khususnya pada penyelenggara layanan kesehatan menjadi faktor utama PPRBM Solo dalam menyelenggarakan survey layanan kesehatan. Tahun 2018 merupakan tahun ketiga merreka melakukan survey setelah sebelumnya pada tahun 2016 dan 2017 sudah pernah dilakukan.

Berlangganan Berita
The subscriber's email address.