Lompat ke isi utama
Suasana sosialisasi Pilgub Jawa Tengah 2013 yang diikuti sebanyak 50 prang penyandang disabilitas

50 Penyandang Disabilitas Ikut Dalam Sosialisasi Pilgub Jawa Tengah 2013

Boyolali, solider.or.id – Sebanyak 50 penyandang disabilitas yang berada di wilayah Kabupaten Boyolali ikut dalam acara Sosialisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa tengah 2013 Sabtu (20/4). Acara yang dilaksanakan di aula Kecamatan Mojosongo ini diselenggarakan oleh Lembaga Bina Akses. Dari total peserta yang hadir, jumlah penyandang disabilitas perempuan hanya mencapai sepertiganya saja.

Hadir sebagai narasumber adalah ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Boyolali, Ahmad Charir.  Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar penyandang disabilitas mendapat informasi tentang Pilgub Jawa Tengah 2013. Dengan ini diharapkan partisipasi penyandang disabilitas Boyolali dalam pesta demokrasi ini meningkat.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Charir menjelaskan tentang tata cara penyelenggaraan Pilgub Jawa Tengah 2013. Menurutnya, persiapan menghadapi Pilgub 26 Mei mendatang sudah maksimal, termasuk melayani pemilih penyandang disabilitas. Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai layanan terhadap pemilih penyandang disabilitas, dia masih belum memberi rumusan yang spesifik. Sampai saat ini pihaknya belum memiliki data mengenai jumlah pemilih dengan disabilitas dari total 810.118 orang pemilih di Boyolali. Menurutnya, persiapan KPUD dalam menyediakan sarana aksesibel masih sebatas penyediaan kertas suara khusus bagi penyandang disabilitas netra. Untuk penyediaan tempat pemilihan suara yang aksesibel, hal itu diserahkan kepada masing-masing Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Jika memungkinkan pihaknya juga berencana mengadakan sosialisasi khusus bagi pemilih penyandang disabilitas rungu wicara, dengan menghadirkan penerjemah bahasa isyarat. KPUD juga mengaku belum memiliki upaya untuk memfasilitasi penyandang disabilitas ganda dalam memberikan suaranya.

Kegiatan berjalan lancar meski ada beberapa kendala yang masih terjadi. Belum adanya ramp membuat pengguna kursi roda dan mereka yang memakai kruk kesulitan masuk ruangan. Pelaksanaan acara juga molor dan belum ada pembagian waktu yang jelas untuk masing-masing sesi. Selain itu partisipasi peserta juga masih rendah, terlihat dari sedikitnya peserta yang menyuarakan pikiran selama kegiatan berlangsung.

Sebagian peserta merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Tatik Wahyuni mengaku senang bisa bertemu dengan sesama penyandang disabilitas dan mendapat pengetahuan. Namun beberapa peserta menilai kegiatan sosialisasi ini belum sesuai dengan harapan. “Hasil dari acara ini belum jelas. Kita belum mendapat rekomendasi tentang upaya peningkatan partisipasi pemilih penyandang disabilitas,” Ungkap Sapto Priyono.

Pendapat yang hampir sama juga diutarakan oleh Ahmad Anshori Niza. Beberapa hal yang menjadi uneg-unegnya masih belum bisa tersampaikan di forum ini, menurutnya hal ini disebabkan pembagian waktu yang kurang jelas. “Saya belum sempat bertanya malah acaranya sudah diakhiri,” tuturnya.

The subscriber's email address.