Lompat ke isi utama
aksesibilitas desa sabdodadi

Sabdodadi, Berinovasi Menuju Desa Inklusi

Solider.id, Yogyakarta – Inklusi bukan hanya mimpi, inklusi hadir lewat seabrek proses kolaborasi dan Kerjasama antar berbagai lini. komiitment yang baik antar pemangku kepentingan menjadi kunci wujudkan inklusi. Keberagaman dan inklusifitas itu nyata, dimana setiap orang dapat berpartisipasi dalam membangun negeri dan mewujudkan ibu pertiwi yang indah dan setara. Inklusi bukan hanya imaji, ia merupakan bukti kearifan bangsa ini untuk saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi ditengah keberagaman. Inklusi dari desa merupakan wujud nyata adanya perubahan bangsa yang lebih bermartabat.

 

Begitu pula dengan Kalurahan Sabdodadi. Salah satu daerah di wilayah Kapanewon Bantul ini tak henti berinovasi dan berproses menuju daerah maju, sebuah desa yang senantiasa berproses menuju desa inklusif yang ramah bagi kelompok difabel. Wilayah yang terletak di   kecamatan Bantul ini memang cukup potensial menjadi salah satu desa yang inklusif. Letaknya yang tak begitu jauh dari pusat kota Yogyakarta membuat kultur masyarakatnya terbuka akan perubahan dan modernitas, termasuk membuka diri dengan berbagai keragaman warganya.

 

Dibutuhkan proses yang Panjang untuk menuju dasa yang inklusif serta dapat mengakomodasi pemenuhan hak difabel. Triyono, carik kalurahan Sabdodadi menceritakan prosesnya. Ia   mengungkapkan bahwa seperti halnya desa yang lain, sebelum adanya intervensi dari lembaga Sigab Indonesia lewat program Desa Inkusi, pemenuhan hak difabel belum sepenuhnya terwujud di wilayah desanya. Meski sudah ada pendataan ihwal warga difabel, namun komunikasi antara warga difabel dan stakeholder desa setempat belum terjalin dengan baik. Bermula dari komunikasi yang intens dengan lembaga Sigab, serta melakukan sejumlah konsolidasi dengan difabel setempat. Kalurahan Sabdodadi memiliki kelompok difabel yang cukup solid. Paguyuban Difabel Sabdodadi namanya, kelompok ini terus melakukan kegiatan dan menjalin silaturahmi antaranggota difabel di desa setempat.  Seolah gayung bersambut, pihak Kalurahan kemudian menerbitkan Surat Keputusan yang berisi payung hukum pemenuhan hak difabel di tingkat lokal desa setempat. Tak hanya itu, pihak desa juga mengeluarkan anggaran untuk mempermudah perwujudan perlindungan dan pemenuhan hak difabel Sabdodadi. “harapannya dengan anggaran tersebut bisa untuk dipergunakan untuk kegiatan difabel untuk program di tahun 2023” ujar Triyono beberapa waktu lalu saat ditemui Solider.id.

 

Triyono Carik Desa Sabdodadi

Ia menambahkan bahwa dengan anggaran tersebut, berbagai kebutuhan  difabel sebagai warga difabel dapat terpenuhi, terlebih kebutuhan yang mampu mendorong semakin aktif berpartisipasi di masyarakat. Ia juga berharap agar kebutuhan difabel tersebut dapat disesuaikan dengan masing-masing ragam.

 

Baca Juga: Perkuat Inklusi Sosial bagi Difabel di Kabupaten Bantul

 

Bermula dari Kerjasama dengan lembaga Sigab, progress peneuhan hak difabel sangat banyak. Mulai dari pembentukan kelompok difabel yang sudah mulai pula mengadakan pertemuan rutin, adanya kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu) disabilitas, dan bahkan sudah ada keterlibatan warga difabel dalam Musyawarah Kalurahan (muskal), dan musyawarah rencana pembangunan kalurahan (musrembangkal, seebuah musyawarah untuk menentukan arah pembangunan desa setempat dalam beberapa waktu kedepan.

 

Lewat keterlibatan sejumlah difabel dalam berbagai musyawarah tersebut, pihak desa dapat mengetahui berbagai kebutuhan difabel sehingga dapat menentukan penganggaran bagi difabel dalam pembangunan di masa datang.

 

Sementara itu, dari sisi aksesibilitas, desa Sabdodadi tak luput dafi inovasi. Kondisi kantor desa yang sebelumnya tidak memperhatiian sisi kemudahan akses bagi difabel dan kelompok rentan, kini mulai sedikit bergerak lebih baik. Berbagai sarana aksesibilitas mulai muncul di berbagai lini. Kantor pemerintahan, tempat warga dan stakeholder setempat bertemu dalam berbagai kepentingan dan keperluan kini mulai memperhatikan aksesiblitas berupa ramp atau jalur landau untuk mempermudah pengguna kursi roda dalam mengakses kantor desa. Selain itu, toilet duduk dengan pegangan tangan guna mempermudah difabel dan lansia untuk menggunakan juga tak luput dari pemerintah desa setampat. Penyadiaan sarana aksesibel menurut Triyono memang belum sempurna, namun pihaknya tetap berkomitment untuk terus melakukan perubahan.

 

Pendampingan dan pemenuhan hak Difabel di Kalurahan Sabdodadi selama ini merupakan pengalaman berharga. Triyono mengatakan bahwa dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengetahui berbagai kebutuhan difabel yang beragam. “ternyata kebutuhan difabel berbeda-beda. Difabel anak dan difabel dewasa tentu sangat berbeda kebutuhannya. Demikian pula dengan ragam difabel, tentu juga berbeda-beda kebutuhannya”.

 

“untuk yang difabel berat mungkin sampai dewasa akan sangat berat dan sangat bergantung dan menjadi beban keluarga, dan kita harus mencarikan solusi agar nantinya diberdayakan sesuai dengan kemampuan. Misalnya saja untuk ke depannya akan diadakan pelatihan supaya bisa berdaya dan meningkatkan profit untuk pemenuhan kebutuhan.” Ujar Triyono.

 

Selaku sekdes, Triyono mengharapkan difabel kalurahan sabdodadi bisa memiliki usaha sendiri berwirausaha sesuai keahlian masing-masing dan tidak lagi bekerja di lembaga atau perusahaan lain dengan tujuan memberdayakan teman-teman difabel. Melalui peningkatkan kapasitas difabel serta menggali potensi dari masing-masing difabel yang berbeda-beda kondisi fisiknya.  Kalurahan memberikan program pelatihan dan berkolaborasi dengan lembaga pemerintah. Beliau  mewakili pemerintah kalurahan Sabdodadi mengucapkan banyak terima kasih karena telah mendampingi temen-temen difabel di Kalurahan Sabdodadi  dalam program desa inklusi. Ini menjadikan kalurahan yang ramah untuk difabel, anak ,ibu hamil dan lansia juga. Program desa inklusi  sangat penting dan  diprioritaskan untuk teman-teman difabel dalam pemenuhan fasilitas layanan  publik dan sarana prasarana kalurahan yang ramah serta aksesibel.

 

Diakhir perbincangan, Triyono mengharapkan anggota paguyuban difabel kalurahan Sabdodadi bisa aktif,   saling memotivasi teman-teman yang lain untuk senang serta aktif juga dalam kegiatan rutin yang diselenggarakan bagi difabel di kalurahan. Jika melihat situasi dilapangan, teman-teman difabel  masih ada yang minder dan belum bisa diajak datang ke pertemuan, jika datang diharapkan bisa sharing dengan teman yang lain. “Dengan adanya kelompok difabel Kalurahan ini, Paguyuban bisa guyub rukun  dan bisa bersatu,  maju dan berdaya  bersama-sama”, tuturnya.[] 

 

Reporter: Sumaryanti

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.