Lompat ke isi utama
tahapan pemilu 2024

Sosialisasi Efektif bagi Difabel Terkait Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2024

Solider.id, Yogyakarta -Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, tinggal 13 bulan lagi. Sebagaimana Peraturan KPU (PKPU) Republik Indonesia (RI) Nomor 3 Tahun 2022 tentang tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu, Pemilu akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Kini, proses tahapan Pemilu tengah dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sosialisasi tahapan pemilu pun telah dilakukan. Dengan tujuan, masyarakat paham tentang Pemilu, sehingga dapat menggunakan hak pilih mereka.

 

Sebuah catatan diberikan oleh kelompok warga difabel yang tergabung dalam Forum Difabel Demokrasi (FDifDem) Kota Yogyakarta. Agar tujuan sosialisasi dapat tercapai, materi sosialisasi harus dirancang aksesibel bagi setiap warga masyarakat. Tanpa kecuali warga masyarakat difabel. Sosialisasi akan efektif, ketika metode sosialisasi menyesuaikan kebutuhan tiap-tiap jenis dan ragam disabilitas.

 

Mereka yang Deaf (tuli), butuh sosialisasi berbasis visual (gambar dan tulisan). Sedangkan tottaly blind (buta total) butuh sosialisasi berbasis audio (suara). Bagi difabel mental dan intelektual, membutuhkan simulasi tahapan pemilu.

 

Baca Juga: FDifDem Mengawal Komitmen Bawaslu Kota Yogyakarta Wujudkan Pemilu 2024 Inklusif dan Aksesibel

 

11 tahapan Pemilu
Sebagaimana dilansir pada website kpu.go.id, pada PKPU No. 3 Tahun 2022, terdapat 11 alur tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilu 2024. Yakni, pertama, perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu, dilaksanakan selama 731 hari, mulai 14 Juni 2022 hingga 12 Juni 2024. Dua, pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih dijadwalkan selama 251 hari, mulai 14 Oktober 2022 hingga 21 Juni 2023.

Tiga, pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu selama 135 hari. Dimulai pada 1 Agustus hingga 13 Desember 2022. Empat, penetapan peserta Pemilu pada 14 Desember 2022. Lima, penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan selama 119 hari, mulai 14 Oktober 2022 hingga 9 Februari 2023.

Enam, pencalonan presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, dijadwalkan sebagai berikut: a) pencalonan anggota DPD selama 355 hari, mulai 6 Desember 2022 hingga 25 November 2023. b) pencalonan DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota selama 216 hari, mulai 24 April hingga 25 November 2023. c) pencalonan presiden dan wakil presiden selama 38 hari, mulai 19 Oktober hingga 25 November 2023.

 

Adapun tahapan ketujuh, masa kampanye Pemilu selama 75, hari mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Delapan, masa tenang selama tiga hari, mulai 11 Februari hingga 13 Februari 2024. Sembilan, pemungutan dan penghitungan suara, dijadwalkan sebagai berikut: pemungutan suara pada 14 Februari 2024, penghitungan suara selama dua hari pada 14 dan 15 Februari 2024, dan rekapitulasi hasil penghitungan suara selama 35 hari mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024.

 

Tahapan sepuluh, ialah penetapan hasil Pemilu disesuaikan dengan ada tidaknya gugatan perselisihan hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi. Terakhir atau sebelas, pengucapan sumpah atau janji presiden dan wakil presiden serta anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Dengan penjadwalan: a) pengucapan sumpah DPRD Kabupaten/Kota disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota legislatif tersebut. b) Pengucapan sumpah DPRD Provinsi disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota legislatif tersebut. c) pengucapan sumpah DPR dan DPD dijadwalkan pada 1 Oktober 2024. Dan d) Pengucapan sumpah presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 20 Oktober 2024[].

 

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor    : Ajiwan Arief  

The subscriber's email address.