Lompat ke isi utama
pembuatan pakaian bregada

Lestarikan Budaya, Mitra Sejahtera Adakan Pelatihan Bikin Pakaian Bregada

Solider.id, Gunungkidul-  Kelompok Pemberdayaan Disabilitas Desa dan Kelompok Rentan “Mitra Karya Sejahtera”, sebagai anak binaan dari Pusat Pemberdayaan Disabilitas “Mitra Sejahtera” (PPDMS), mengadakan pelatihan membuat pakaian bregada (keprajuritan). Kegiatan pelatihan diadakan di sekretariat PPDMS yang terletak di Dusun Nglipar Kidul Rt 01 Rw 04, Nglipar, Gunungkidul.

 

Dalam sambutannya, Hardiyo selaku ketua PPDMS mengatakan,  melalui pelatihan ini  difabel diharap bisa memiliki industri pembuatan pakaian bregada sendiri yang ke depan bisa dijual atau disewakan.

“Bila selama ini kita latihan masak, atau latihan ternak itu adalah hal yang biasa kita lakukan. Tetapi bila kita memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, maka kita akan lebih diperhatikan pemerintah. Karenanya melalui pelatihan ini saya berharap tidak hanya berhenti sampai di sini. Semoga setelah sampai di rumah nanti teman-teman peserta bisa punya inisiatif untuk ikut mengembangkan ilmu yang sudah didapat, sehingga bisa kita serap dan bisa kita terapkan.” kata Hardiyo yang mengingatkan bahwa anggaran yang digunakan untuk kegiatan pelatihan ini diperoleh dari anggaran dana desa.

“Pemerintah desa sudah mengapresiasi dan menyemangati kita dengan memfasilitasi kegiatan pelatihan yang dananya diambil dari anggaran dana desa.” Lanjut Hardiyo mengingatkan.

 

Baca Juga: Pelatihan Pemasaran bagi DIsabilitas pelaku UMKM di DIY

 

Sebagai mentor pelatihan dihadirkan seorang pengrajin pakaian bregada, Bambang SM dari Sanggar Pasopati, Semin, Gunungkidul. Terlihat antusias, sebelum diajarkan cara membuat topi bregada yang modelnya aneka rupa, peserta pelatihan dikenalkan cara membuat blangkon  dan ikat kepala. Peserta juga belajar bagaimana urut-urutan cara memakai busana bregada.

 

Budiyanto sendiri sebagai ketua Mitra Karya Sejahtera menyatakan langsung tertarik saat melihat gambar bregada.

“Saya langsung pengen mencoba membuat topi bregada soalnya unik. Awalnya saya ragu bisa tidaknya, tapi setelah mencoba hasilnya bagus. Saya lega, tidak mengira ternyata saya bisa membuatnya. Semoga pelatihan tidak hanya berhenti sampai di sini karena di kalurahan Nglipar belum ada pengrajin pakaian bregada.” Kesan Budiyanto tentang pelatihan yang diikutinya.

 

Di tengah kehadirannya pula, Lurah Samsuri memberi motivasi agar ke depan karya yang dibuat dan dihasilkan oleh teman-teman difabel tidak hanya dipakai sendiri, melainkan bisa dibuat untuk dipasarkan di seluruh wilayah DIY.

 

Sementara bagi Bambang yang sudah purna tugas tetapi masih dikaryakan di SMP Muhammadiyah 2 Semin ini mengatakan, ia siap mendampingi dan membimbing  difabel sampai bisa dilepas.

“Saya siap mendampingi teman-teman difabel dari membuat topi, pakaian, cara baris berbaris, kebutuhan alat musik hingga perlengkapan yang diperlukan dalam pembuatan pakaian bregada.” pungkas Bambang yang di akhir kegiatan mengakui bahwa karya teman-teman difabel dinilai sudah layak jual.[]

 

Reporter: Yanti

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.