Lompat ke isi utama
audiensi formasi disabilitas ke komnasham

Jajaki Peluang Kerjasama, Formasi Disabilitas Audiensi KOMNAS HAM

Solider.id -  FORMASI Disabilitas melakukan audiensi dengan KOMNAS HAM dan KOMNAS perempuan untuk tujuan menjajaki peluang kerjasama dalam hal pemantauan pemenuhan hak difabel di Indonesia. Kegiatan  ini berlangsung pada 4 Januari silam. Audiensi dengan KOMNAS HAM diterima oleh Ketua  Atnike, Komisioner bagian Pemajuan  Anis, dan  Komisioner  Pengaduan  Hari Kurniawan.  Sementara   audiensi dengan KOMNAS perempuan diterima oleh wakil ketua  Mariana, komisioner bidang pengaduan  Rainy Hutabarat, dan sekretaris Jenderal Lilly Danes.

 

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut membicarakan berbagai hal seperti . Komnas HAM dan Komnas Perempuan telah melakukan koordinasi serta menandatangani MOU (nota kesepahaman) dengan Komisi Nasional Disabilitas terkait kolaborasi dalam Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan,  Penegakan dan Pemenuhan HAM difabel.

 

Selain itu, Komnas HAM memiliki peran dalam penyelidikan untuk kasus pelanggaran HAM untuk ruang lingkup penegakan, sedangkan Komnas Perempuan tidak memiliki kewenangan untuk sampai pada penyelidikan. Untuk edukasi, Komnas HAM memiliki agenda rutin podcast (2 minggu sekali) sebagai bagian dari pendidikan dan penyuluhan pada publik terkait HAM.

 

Baca Juga: Hari Kurniawan, Perjuangkan Pemantauan Hak Kelompok Rentan dengan Pencalonan Anggota Komnas HAM

 

Komnas Perempuan telah ada divisi khusus terkait difabilitas serta melakukan kajian-kajian.  Kajian yang disusun berdasarkan data-data yang diperoleh. Komnas HAM sedang melakukan kajian cepat terkait hak atas pekerjaan ramah difabel.  Kajian terakhir yang dimiliki adalah terkait Panti Rehabilitasi yang dibuat tahun 2018.

 

Pada bagian pendidikan dan penyuluhan, Komnas HAM memiliki rencana untuk melakukan penyuluhan rutin tentang HAM difabilitas. Komnas Perempuan telah membuat panduan kesehatan reproduksi bagi perempuan difabel yang belum dapat di diseminasi secara meluas. Komnas perempuan selama ini juga menyampaikan laporan global seperti UPR (Peninjauan Berkala).

 

Saat ini Komnas Perempuan sudah mulai untuk memperhatikan perempuan dengan kerentanan berlapis yaitu perempuan lansia  dan difabel.

 

Agenda audiensi tersebut juga membahas berbagai peluang Kerjasama antara Formasi Disabilitas dan KOMNAS HAM. Beberapa point penting peluang kerja tersebut adalah:  Dalam hal pemantauan, penyampaian data awal oleh anggota Formasi untuk ditindaklanjuti Komnas HAM dan Komnas Perempuan serta dapat berkontribusi dalam Catahu.  Penyelidikan serta Pemantauan Komnas ke daerah dapat melibatkan anggota Formasi region.  Pengembangan instrument pemantauan untuk memasukkan indikator hak difabel berdasarkan UU 8 2016 dan CRPD. Formasi Disabilitas dan KOMNASHAM dapat melakukan pemantuan implementasi perda-perda difabilitas di daerah. Penguatan kapasitas anggota formasi terkait HAM serta penghapusan kekerasan dapat dilakukan oleh KOMNASHAM.

 

Sementara itu, FORMASI DISABILITAS DAN KOMNASHAM DAPAT melakukan penulisan laporan HAM seperti UPR, Ekosob. Dari sisi keterlibatan difabel, FORMASI DISABILITAS dapat Diundang dalam rapat tahunan Komnas Perempuan.

 

Untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut, maka FORMASI Disabilitas diharapkan dapat membuat catatan konsep yang dilampiri profil Formasi Disabilitas.[]

 

Reporter: Hendra D

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.