Lompat ke isi utama
poster seminar pemuda difabel

Seminar Nasional Melibatkan Pemuda Sebagai Agen Perubahan Inklusif

Solider.id - Proyek Capacity Building in The Field of Youth (CBY) “Menjalin Kemitraan Untuk Menghilangkan Hambatan” dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pemuda difabel dan nondifabel pada umumnya. Proyek ini dilaksanakan oleh konsorsium CBY, dengan melibatkan empat organisasi di empat negara, mereka adalah Development Center Association of Individuals with Disability and Their Families – EBAGEM (Turkey); Zavod za izobrazevanje in inkluzijo ODTIZ (Slovenia); Action to the Community Development Center - ACDC (Vietnam); dan Perkumpulan Difabel SEHATI Sukoharjo – SEHATI (Indonesia).

 

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam proyek yang dilaksanakan pada 2019 sampai 2022 ini bertujuan membentuk karakter pemuda khususnya pemuda difabel agar bisa mengenali diri sendiri, menggali potensi diri, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial.

 

Seminar Nasional yang merupakan desiminasi dari penyelenggaraan proyek dilaksanakan pada Selasa, 29 November 2022 bertempat di Syariah Hotel Solo. Tema yang diambil adalah  “Meningkatkan Kapasitas Pemuda Sebagai Sebagai Agen Perubahan Global untuk Mewujudkan Perubahan Dunia yang Inklusif dan Setara”. Acara dihadiri oleh perwakilan pemuda, Organisasi difabel, Organisasi Non-Pemerintah (NGO), dan perwakilan pemerintah.

“Proyek CBY membuka kesempatan bagi pemuda khususnya pemuda Disabilitas dari wilayah Indonesia maupun negara lain di Asia, untuk belajar hal baru dan berjejaring dengan pemuda dari Uni Eropa,” ungkap Yulina Rahayu Listyo Putri, Ketua Panitia Seminar.

 

Seminar Nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber muda yang berkesempatan mengikuti kegiatan internasional yaitu: Misbahul Arifin, Toviyani Widi Saputri, Aprilian Bima Purnanta dengan Moderator Yulina Rahayu Listyo Putri. Selain itu juga hadir Ketua Sehati Edy Supriyanto, Project Director EBAGEM Turki Mehmet Volkan M, dan penanggap Komisioner KND Jonna Aman Damanik.

 

 

 

Menurut Edy Supriyanto, pemuda tidak hanya kader tetapi mau menyebarkan apa yang diperolehnya dan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan Mehmed Volkan M, Program Koordinator CBY Ebagem Turki menyatakan bahwa program ini mendukung program Erasmus yang lebih menekankan pada pendidikan nonformal. Di sini ada solusi bahwa kita bisa meningkatkan kapasitas dengan pendidikan nonformal. Ia menambabkan bahwa pilot project ini bisa lebih meningkatkan kapasitas dan kerja sama internasional ini sangat penting karena berdampak pada pemuda difabel.

 

Pengalaman salah seorang peserta program, Aprilian Bima, menyatakan bahwa ketika ia di Mersin,Turki ia mendapat pengalaman yang belum pernah didapat sebelumnya. 'Ketika saya mendapat ilmu, saya ingin share pengalaman. Yang saya paparkan di sini bukan teori tapi ilmu yang saya dapatkan. Apakah teman Tuli sama? Berbeda. Oh ini sudah oke. Oh itu ada yang didiskriminasi, dengan tujuan untuk mensupport isu ini agar baik lagi. Saya belajar dari teman-teman dari berbagai negara. Tujuan masing-masing jelas akan meningkatkan kapasitas apa,"tutur Bima dalam bahasa isyarat.

 

Sedangkan komisioner KND, Jonna Damanik menegeskan bahwa program kepemudaam tersebut banyak manfaatnya dan ia berharap ada dampaknya terkait  suisitanability dengan isu kedisabilitasan. Indonesia  pada anak-anak muda khususnya pada pergerakan untuk kesetaraan difabilitas dan inklusivitas.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.