Lompat ke isi utama
Ghanim pada saat pembukaan piala duni

Mengenal Lebih Dekat Ghanim Al-Muftar Duta Piala Dunia Qatar 2022

Solider.id - Ghanim Al-Muftar, pemuda berusia 20 tahun ini tengah menjadi sorotan publik, setelah tampil sebagai pelantun ayat suci Al-Qur’an pada upacara pembukaan Piala Dunia Qatar 2022 Minggu malam (20/11).

 

Pria kelahiran Qatar, 5 Mei 2002 tersebut tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Politik di Universitas Loughborough. Ghanim memiliki hobi yang cukup ekstrim, seperti: Scuba diving, skateboard, dan panjat tebing. aktivitasnya juga ia bagikan di media sosial diantaranya akun Instagram: @g_almuftah.

 

Selain menjadi youtuber motivasi, Ghanim pernah jadi pembicara di TEDxQatar Universsity (2018). Ia juga membangun Asosiasi Ghanim dengan bantuan keluarga untuk mendonasikan kursi roda pada yang membutuhkan. Bidang usaha lain yang dilakoninya adalah bisnis Gharissa Ice Cream dengan 6 cabang dan 60 pegawai, ia pun tercatat sebagai pebisnis termuda di negaranya. Saat ini keinginan dan cita-cita terbesarnya adalah menjadi seorang Diplomat.

 

Baca Juga: Ayo Nonton Bola, Piala Dunia Qatar Ramah bagi Difabel

 

Mengenang kisah kelahirannya

Ghanim Al-Muftar telah diprediksi dokter sejak masih dalam kandungan sang ibu dengan mengidap kondisi langka, Caudal Regression Syndrome (CDS) atau Sindrom Regresi Kaudal, yaitu kelainan bawaan anus-rektal yang berdampak pada pembentukan normal bagian bawah (Kaudal) tubuh dan sering dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. (Sumber: Webmd)

 

Kelainan ini bisa saja memiliki usus yang terpelintir, penyumbatan anus dan penyimpangan sistem pencernaan lain. Meski penyebabnya belum dipahami dengan baik, analisis lain menyebutkan karena campuran faktor lingkungan dan genetik.

 

Berikut paparan perkiraan secara umum terkait CDS:

‘(1) Genetika. Diperkirakan CDS adalah kelainan genetik. (2) Kesehatan ibu. Regresi Kaudal tidak selalu dipengaruhi oleh gula darah yang tinggi, meski pengidap diabetes dengan ketidakseimbangan metabolisme dapat mempengaruhi perkembangan janin. (3) Gangguan perkembangan. Adanya masalah trauma pada rahim satu bulan setelah kehamilan dapat mengganggu perkembangan kerangka, saluran pencernaan, dan sistem saluran kemih bayi. (4) Kelainan pembuluh darah. CDS bisa akibat berkurangnya aliran darah hingga terjadi penyumbatan oksigen juga nutrisi penting yang dibawa ke janin oleh darah dan menyebabkan masalah perkembangan. (5) Kelainan embrionik. Mesoderm adalah bagian tengah dari tiga lapisan jaringan yang ada pada tahap awal embrio Mesoderm memainkan peran besar dalam pembentukan banyak struktur yang dipengaruhi oleh sindrom regresi kaudal. Oleh karena itu, beberapa ilmuwan percaya bahwa regresi kaudal terjadi karena adanya gangguan pada mesoderm.’Setiap tahun, Ghanim AL-Muftah menerima perawatan ahli bedah di Eropa untuk mengatasi penyakitnya.

 

Ghanim Al-Muftah sebagai Duta Niat Baik dan Brand Ambassador Piala dunia 202                                             

 Ghanim dikenal gemar melakukan olahraga ekstrim, termasuk kegemarannya dengan olahraga sepakbola. Ghanim menggunakan kedua tanggannya untuk bermain sepakbola.

“Olahraga memiliki kemampuan unik untuk menyatukan negara dan membantu mereka dalam hubungan internasional mereka, mereka juga berfungsi sebagai kohesi sosial yang vital,” ungkapan tersebut ia bagikan di laman resminya.

 

Selain dikenal gemar beraktivitas olahraga, berkat semangat dan perjuangan hidup yang menjadi inspirasi banyak orang, Ghanim didaulat FIFA menjadi Duta Piala Dunia Qatar 2022. Ia juga pernah menaklukan Jebel Syams, puncak tertinggi di seluruh wilayah Teluk, dan keinginanya untuk mendaki Gunung Everest adalah salah satu impiam terbesar. Untuk kemudahan mobilitas, Ghanim biasanya menggunakan kursi roda. Namun, pada aktivitas tertentu ia dapat beraktivitas tanpa bantuan kursi roda.

 

Sobat inklusi, itulah sosok Ghanim yang akhir-akkhir ini sering dibicarakan di ranah sosial media dan menjadi viral. Fenomena tersebut membuktikan bahwa lewat jalan olahraga, paling tidak pengarusutamaan isu difabel yang selama ini masih dianggap sebagai isu yang minoritas dapat muncul ke permukaan. Negara lain sudah mulai aware dan membuktikannya. Lewat jalan yang sama, semoga negara kita (Indonesia) dapat melakukan hal yang sama.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor    : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.