Lompat ke isi utama
suasana pendataan difabel Situbondo

Sukseskan Pendataan Difabel di Kota Probolinggo

Solider.id, Kota Probolinggo – Setelah terlaksana di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo, pada Rabu (16/11) bertempat di Ruang pertemuan Bale Hinggil, SIGAB Indonesia kembali melanjutkan kegiatan pendataan difabel di Kota Probolinggo. Acara dihelat melalui kegiatan pelatihan enumerator pendataan difabel yang diikuti oleh sejumlah perwakilan dari masing-masing pengurus Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) di 6 Kelurahan (Kademangan, Ketapang, Pilang, Kebonsari Kulon, Kanigaran, Curahgrinting) dan 6 Fasilitator Kelurahan.

             

Sedangkan tujuan kegiatan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kapasitas enumerator dalam mengimplementasikan kegiatan pendataan difabel di wilayah Kota Probolinggo. Hasil dari pendataan ini murni untuk kepentingan difabel di Kota Probolinggo karena nantinya hasil yang didapat akan diserahkan kepada pemerintah terkait dan KDK setempat.

             

Ahamad Taufiqi, relawan sosial PPDiS (Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo), yang sekaligus bertindak sebagai fasilitator, memberikan arahan bahwa pendataan difabel menjadi kegiatan strategis dalam menentukan pelibatan difabel dimasa yang akan datang pada setiap perencanaan pembangunan di tingkat Kelurahan. Sebab selama ini tidak bisa dipungkiri bahwa data difabel masih menjadi persoalan yang belum bisa terpecahkan. Implikasinya jelas, hal itu mempengaruhi kurangnya keterlibatan difabel karena pemerintah sendiri juga kebingungan dalam mengidentifikasi keberadaan difabel di wilayahnya. Akibatnya ketika ada perencanaan pembangunan, acapkali difabel tidak dilibatkan.

             

Ahamad juga menyampaikan penggunaan Aplikasi KoboCollect sebagai alat pendataan difabel kepada petugas enumerator. Aplikasi tersebut sangat mudah di akses sehingga diharapkan akan lebih memudahkan enumerator dalam proses pengoperasiannya. Ia turut memberikan arahan apabila saat proses pendataan menemukan kendala maka perlu secepat mungkin berkomunikasi dengan Fasilitator Kelurahan untuk segera menemukan solusinya.

“Saya berharap kegiatan pendataan ini akan mendapatkan data yang valid dan akurat sehingga hasil yang didapat bisa sesuai dengan kondisi eksisting di lapangan. Saya turut mengimbau kepada enumerator agar senantiasa memastikan setiap proses pendataan difabel sesuai dengan ketentuan prosedur materi,“ pungkasnya.[]

 

Penulis: Choirul Anam

Editor   : Bima Indra

The subscriber's email address.