Lompat ke isi utama
piala dunia yang menghadirkan sosok difabel

Piala Dunia 2022 Qatar Usung Tema Inklusi

 

Solider.id - ‘Piala Dunia’ ajang pesta sepakbola terbesar di dunia tahun ini  berlangsung mulai 21  hingga 18 Desember 2022 mendatang.

 

Pada upacara pembukaan di Stadion Al Bayt, Al Khor, Doha, Qatar, Minggu malam (20/11) di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ‘Surat Al-Hujurat ayat 13’ oleh Duta Piala Dunia Qatar 2022, Ghanim Al-Muftah (20) seorang difabel Fisik.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ghanim Al-Muftar juga mendorong dialog terkait Kemanusiaan, Inklusi dan Keberagaman, salah satunya dengan Morgan Freeman (85), aktor kenamaan Amerika Serikat. Dilansir dari laman FIFA, tema Piala Dunia 2022 adalah ‘Kebersamaan untuk seluruh umat manusia, menjembatani perbedaan melalui kemanusiaan, rasa hormat dan inklusi.’ Sepakbola memungkinkan umat manusia untuk bersatu.

“Sepakbola menyatukan bangsa,” kata Morgan Freeman. Pada event ini akan ada 64 pertandingan yang diikuti 32 tim. Dan dinilai warganet sebagai piala dunia terbaik yang pernah ada.

 

Dialog kemanusiaan Morgan Freeman dan Ghamin Al-Muftah

Pada upacara pembukaan Piala Dunia 2022, Qatar menerima banyak kedatangan negara, bahasa bahkan budaya yang beragam. Negara-negara yang   berjarak dan terbagi-bagi kini berkumpul bersamaan.

 

Morgan Freeman menyanyakan, ‘Bagaimana bisa banyak negara, bahasa, budaya datang bersama, jika hanya ada satu jalan yang diterima?’

 

Ghamin Al-Muftah melantunkan Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya: ‘Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.’

“Kita dipicu untuk percaya bahwa kita tersebar di bumi ini sebagai bangsa dan suku, agar kita bisa saling belajar dan menemukan keindahan dalam perbedaan,” kata Ghamin Al-Muftah.

 

Pertanyaan lain juga dilontarkan Morgan Freeman, “Saya melihatnya, apa yang mempersatukan kita disini, saat ini, jauh lebih besar dari apa yang memisahkan kita. Bagaimana kita bisa membuatnya bertahan lebih dari hari ini?

 

Ghamin menyampaikan, manusia bisa hidup saling berdampingan dengan mengedepankan toleransi dan penghormatan terhadap orang lain. Toleransi dan rasa menghormati inilah yang membuat kita bisa hidup bersama di bawah satu rumah besar.

 

Menurut ia, rumah bukan hanya sekedar bangunan tempat tinggal bagi sebuah keluarga. Toleransi dan rasa penghormatan terhadap yang lain adalah rumah yang sesungguhnya, dimanapun itu terbangun, disitulah rumah.

 

Pesan senada yang mengusung inklusifitas juga disampaikan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad AL Thani. Ia menyamapaikan dalam pidato sambutannya, “Betapa indahnya bagi orang-orang untuk mengesampingkan apa yang memisahkan mereka demi merayakan keberagaman. Mari jadikan turnamen ini dipenuhi hari-hari kebaikan dan harapan yang menginspirasi, dan menyambut semua orang di dunia, di Doha, ujarnya.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor    : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.