Lompat ke isi utama
pendataan difabel kulonprogo

SIGAB Lanjutkan Inisiasi Pendataan Difabel di Kulon Progo

Solider.id, Kulon Progo - Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia dalam program SOLIDER-INKLUSI mengadakan pelatihan kembali terkait Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendataan Difabel bagi emunerator di Kabupaten Kulon Progo. Acara digelar di Aula Kalurahan Sukoreno dengan peserta berjumlah 30 orang pada Sabtu, (12/11). Dengan menyasar wilayah meliputi 3 Kalurahan di Kapanewon Sentolo yaitu Sukoreno, Sri Kayangan, Kaliagung. Serta Kalurahan Winimulyo, Jati Sarono, Kembang di Kapanewon Nanggulan.

 

Aris Nurcholis selaku pemateri menuturkan perlunya diadakan pelatihan ini sebagai upaya tindak lanjut dari kegiatan pendataan. Pendataan difabel sendiri diposisikan sebagai asesmen awal setelah terbentuknya KDK (Kelompok Difabel Kalurahan). Selain itu dengan mengetahui jumlah difabel di tingkat kalurahan masing-masing, maka dapat digunakan sebagai basis berbagai tindakan pemerintah.

“Pelatihan ini memang ditujukan dari, oleh dan untuk difabel. Diharapkan data yang diperoleh bisa merepresentasikan kondisi eksisting di lapangan. Kami turut berkomitmen untuk melibatkan difabel dalam proses pendataan artinya menempatkan mereka sebagai enumerator,” pintanya.

 

Pentingnya pelatihan ini bagi emunerator, turut Aris tekankan terkait bagaimana proses dan prosedur yang harus dilakukan. Ia menjelaskan secara komprehensif mengenai bagaimana cara berinteraksi dengan difabel maupun anggota keluarganya. Data yang diperoleh secara langsung dengan metode pengambilan yang tepat diharapkan akan menghasilkan data yang valid.

"Wawancara dan pengumpulan data difabel tidak semata-mata untuk kepentingan program saja. Lebih dari itu, hasil dari pendataan ini akan kami serahkan kepada Pemerintah Desa/Kalurahan setempat. Harapannya agar kedepannya data ini dapat digunakan sebagai salah satu dasar perencanaan pembangunan. Tidak ada tendensi sama sekali untuk pemberian bantuan baik dari SIGAB Indonesia maupun Pemerintah," tuturnya.

 

Baca Juga: Perlunya Proses Pendataan Difabel di Desa

Lebih lanjut, Aris menerangkan bahwa pemahaman materi yang baik bagi seorang emunerator menjadi poin terpenting yang menentukan keberhasilan pendataan difabel. Mulai dari bagaimana bahasa penyampaian, sikap yang ditampilkan, bertindak sesuai aturan yang berlaku. Serta terkait informasi yang harus diperoleh dari responden meliputi informasi tentang identitas maupun hambatannya, keseharian yang dilakukan, apakah menggunakan alat bantu, pendidikan, keterampilan, pekerjaan, penghasilan, hingga yang terpenting yaitu informasi kependudukan dan keluarga.

 

Menurut Aris, pelatihan ini menjadi bekal bagi enumenator sebelum terjun melakukan pendataan. Adapun tujuan lain dari pendataan ini adalah peningkatan kapasitas difabel dalam segala hal dan bisa berperan aktif dalam

 

keikutsertaan dalam perencanaan pembangunan ditingkat kalurahan. “Akhir November ini diharapkan pendataan bisa selasai, sehingga bisa dilanjutkan untuk kegiatan tindak lanjut berikutnya,” pungkasnya.

 

Penulis : Suhartono

Editor   : Bima Indra

The subscriber's email address.