Lompat ke isi utama
bicara pendataan difabel di bantul

Inisiasi Pendataan Difabel di Kabupaten Bantul

Solider.id, Bantul – Kamis (10/11) bertempat di Aula Kapanewon Bantul SIGAB Indonesia bekerjasama dengan relawan difabel di wilayah Program SOLIDER-INKLUSI yang berada di Kabupaten Bantul yang terdiri dari 6 kelurahan yaitu Kalurahan Trimulyo, Jetis, Sumberagung, Sabdodadi, Bantul dan Palbapang. Kerja sama ini adalah berkaitan dengan pendataan difabel.

 

Paulus Hardiyoko sebagai koordinator pendataan SIGAB di Bantul memberikan materi tentang teknis pendataan difabel dan memberikan arahan untuk mengunduh aplikasi kobotoolbox. Kobotoolbox merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk membantu kegiatan survei atau pengumpulan data.

Ketika teman-teman enumerator mengirimkan hasil pengisian data hasil survei ke server maka ada 2 cara pengunduhan kobotoolbox untuk pengisian hasil survei. Pertama dengan mengunduh aplikasi  berbasis android melalui Google playstore dengan kata kunci kobocolect melalui semua perangkat baik gawai android, non android dan laptop,” jabarnya.

 

Paulus menggarisbawahi bahwa dalam pengambilan data ada beberapa poin penting yang harus dijaga seperti perlunya menciptakan suasana yang nyaman, mengadakan penggalian informasi yang lebih mendalam, tidak memberikan sugesti jawaban tertentu kepada informan, kontrol intonasi suara pewawancara, kecepatan berbicara perlu diperhatikan agar informasi dapat dipahami oleh informan. Kemudian yang tak kalah penting adalah menyederhanakan pertanyaan dengan bahasa komunikasi yang mudah dipahami orang awam, pewawancara juga perlu sensitif terhadap situasi dan kondisi informan, menjaga kontak mata, dan menjaga kepekaan  terhadap non verbal.

 

Adapun informan yang akan diambil datanya adalah warga penyandang disabilitas. Dengan merujuk istilah penyandang disabilitas merupakan setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan sensorik dalam jangka wajtu yang lama dan untuk interaksi di lingkungan mengalamai hambatan dan kesulitan untuk berpatisipasi secara penuh dan efektif seperti tertuang dalam UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

 

Paulus menjelaskan bahwa tujuan pendataan penyandang disabilitas adalah untuk mengisi gap informasi mengenai disabilitas yang masih kurang sehingga nantinya data ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan kelompok difabel terkait. Supaya harapan dapat digunakan sebagai basis perencanaan pembangunan desa atau kalurahan.

“Pendataan ini tidak ada hubungannya dengan pemberian bantuan dari SIGAB Indonesia ataupun pemerintah. Saya berharap pendataan ini dapat dilakukan oleh perwakilan enemurator disetiap kalurahan dengan lancar dan mendapatkan hasil data yang valid sesuai dengan kondisi disabilitas di setiap kalurahan,” pungkasnya.

 

Reporter: Sumaryanti

Editor     : Bima Indra

The subscriber's email address.