Lompat ke isi utama
pelaksanaan  posbindu di Bantul

Peluncuran Posbindu Difabel Pertama di Kabupaten Bantul

Solider.id, Yogyakarta – Terbentuknya Kelompok difabel Kalurahan Migunani Sumberagung, Jetis, Bantul merupakan wujud nyata dari upaya rintisan desa inklusi yang di inisasi oleh SIGAB Indonesia. Dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak dasar bagi difabel. Salah satunya adalah hak kesehatan, melihat masih ada difabel yang jarang, bahkan belum pernah mengakses layanan kontrol kesehatan. Berangkat dari hal itu, KDK Migunani bekerjasama dengan Puskesmas Jetis 1 merencanakan program pengecekan kesehatan untuk difabel.

 

Singkatnya, pada Rabu (28/9) Kalurahan Sumberagung mengadakan kegiatan peluncuran Posbindu Difabel bernama POSBINSA KALISA (Posbindu Disabiltas Kalurahan Istimewa Sumberagung). Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Jetis, Carik Sumberagung, Kepala Puskesmas Jetis 1, SIGAB, Difabel Sumberagung dan tamu undangan. Kegiatan ini sendiri bertepatan dengan agenda pertemuan KDK rutin tiap bulanan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Jetis 1 untuk segera meluncurkan Posbindu Difabel. Rencananya apabila sudah resmi, kami akan segera mengadakan pengecekan kesehatan setiap bulan. Sedangkan untuk cek gula darah akan diadakan setahun sekali di Aula Kalurahan Sumberagung," tutur Jayadi selaku ketua KDK Sumberagung.

 

Lebih lanjut, Kepala Puskesmas Jetis 1, Zndar Hayati dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa keterbatasan bukan menjadi halangan bagi difabel untuk mendapatkan hak atas kesehatan. Zndar turut mengklaim bahwa Posbindu Disabiltas di Sumberagung ini menjadi satu-satunya dan pertama di Kabupaten Bantul.

 

Posbindu sendiri merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal, kanker, dan lainnya.  Sedangkan peserta Posbindu Difabel merupakan anggota KDK Sumberagung yang rata-rata sudah memiliki BPJS Kesehatan.

 

"Ini merupakan inovasi baru karena di Kabupaten Bantul belum ada posbindu yang khusus untuk difabel. Program ini juga sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit tidak menular sejak dini dan sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bantul yaitu penanggulangan masalah kesejahteraan sosial secara terpadu. Serta pencapaian Bantul sebagai Kabupaten layak anak, ramah perempuan dan difabel," tutur Anwar Nur Fahrudin selaku Panewu Jetis.

 

Anwar juga menegaskan bahwa hak atas kesehatan untuk semua orang tanpa membeda-bedakan merupakan hal yang tidak bisa ditawar demi tercapainya kesejahteraan kesehatan secara merata.

 

Selanjutnya Anwar meresmikan POSBINSA KALISA dengan pemotongan pita sebagai simbolis. Acara diakhiri dengan pengecekan kesehatan anggota KDK Sumberagung dengan mekanisme meliputi registrasi, pertanyaan kondisi kesehatan, cek berat badan, tinggi badan, lingkar perut, cek tensi dan gula darah, membaca, memahami dan mencatat serta edukasi terkait kesehatan pasien.[]

 

Reportetr: Ade Amita Bacans

Editor       : Bima Indra

The subscriber's email address.