Lompat ke isi utama
pertemuan daring pegiat difabel asia pasifik

Konsultasi Nasional OPDs untuk Strategi Incheon

Solider.id, Yogyakarta - Menjelang penyelengaraan pertemuan tingkat tinggi antar pemerintah (HLIGM) untuk Strategi Incheon pada 19-21 Oktober 2022 di Jakarta, Asean Disability Forum (ADF), Pokja Nasional Implementasi UU Disabilitas, bersama dengan BRIN Most UNESCO menggelar konsultasi nasional OPDs Indonesia untuk Strategi Incheon.

 

Didukung DRF-DRAF, kegiatan dihelat dalam rangka menyambut kemajuan yang telah dicapai selama dua dasawarsa asia pasifik sebelumnya, periode 1993 – 2012. Yakni strategi Incheon oleh negara anggota dan anggota mitra ESCAP, dalam menciptakan fondasi bagi sebuah pendekatan berbasis hak. Fokus kepada martabat difabel terhadap pembangunan inklusif. Terutama melalui komitmen kebijakan dan kelembagaan, serta berbagai langkah baru di bidang hukum perundang-undangan dan pemberdayaan.

 

Mencatat dan mengapresiasi kontribusi masyarakat sipil, khususnya organisasi difabel, menjadi agenda kegiatan. Selanjutnya menggarisbawahi kemajuan yang dicapai, melalui upaya berkelanjutan bidang peningkatan kesadaran hak-hak difabel, inovasi berbagai praktik terbaik, serta keterlibatan lembaga dalam dialog kebijakan.

 

Menyampaikan dan meminta masukan draft rancangan sementara telaah pelaksanaan strategi Incheon dan praktik baik OPDs di Indonesia, adalah poin dari kegiatan. Catatan dan masukan akan disampaikan kepada UNESCAP, pada 19-21 Oktober 2022 di Jakarta, Indonesia. Di atas merupakan poin-poin dari kegiatan yang dihelat secara daring melalui platform zoom, Kamis (29/9).

 

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Maulani Rotinsulu dalam kapasitasnya sebagai pimpinan kegiatan mengatakan, penerapan Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan (SDGs), menghadirkan peluang memanfaatkan sinergi, dengan Strategi Incheon. Yaitu, strategi yang dikembangkan berdasarkan Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) atau konvensi hak-hak penyandang disabilitas. Agar terwujud masyarakat inklusif, tanpa hambatan, berbasis hak bagi penyandang disabilitas di Asia dan Pasifik.

 

Kedua kerangka mempromosikan kepemimpinan nasional dalam memenuhi tujuan pembangunan tertentu. Dengan mempertimbangkan kemampuan dan realitas lokal. Baik Strategi Incheon maupun Agenda 2030, didasarkan pada penghormatan terhadap hak asasi manusia. Mengambil pendekatan pembangunan yang berpusat pada masyarakat dan peka gender.

 

Goal Incheon Strategy

 

Strategi Incheon terdiri dari 10 tujuan yang saling terkait, 27 target, dan 62 indikator. Sepuluh tujuan untuk mewujudkan Hak Penyandang Disabilitas di Asia Pasifik itu, antara lain: pertama, penanggulangan kemiskinan,  peningkatan kerja dan lapangan pekerjaan, dengan tiga target. Salah satunya menanggulangi kemiskinan ekstrim. Indikator utama proporsi penyandang disabilitas yang hidup di bawah garis kemiskinan internasional di bawah US$ 1.25 per hari. 

 

Kedua, memajukan partisipasi dalam proses politik dan dalam pengambilan keputusan, 2 target. Salah satu ndikator yang digunakan, proporsi penyandang disabilitas yang menjadi wakil dalam parlemen. Ketiga, meningkatkan akses terhadap lingkungan fisik, transportasi public, pengetahuan, informasi dan komunikasi. Terdapat beberapa target. Salah satu indikatornya meningkatkan aksesibilitas lingkungan fisik. Selanjutnya, tujuan keempat, penguatan perlindungan sosial; dan kelima perluasan intervensi dini serta pendidikan bagi penyandang disabilitas anak.

 

Adapun yang keenam, menjamin kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Ketujuh, memastikan manajemen pengurangan risiko bencana yang inklusif disabilitas, Kedelapan perbaikan data atau statistik penyandang disabilitas yang akurat dan dapat diperbandingkan. Kesembilan percepatan ratifikasi dan implementasi CRPD. Tujuan kesepuluh, memajukan kerjasama sub kawasan, kawasan, dan intra kawasan.

 

Paska diterbitkan Dasawarsa Penyandang Disabilitas di Asia dan Pasifik periode 2013 – 2022, negara memusatkan perhatian untuk mengatasi tantangan-tantangan yang masih ada. Dengan mengadopsi dan mengimplementasikan Strategi Incheon, diyakini dapat membantu mewujudkan suatu Agenda Pembangunan Pasca 2015 yang inklusif bagi disabilitas[].

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.