Lompat ke isi utama
suasana musrenbang Bantul

Musrenbang di Sabdodadi, Mulai Libatkan Difabel Desa

Solider.id, Bantul - Kalurahan Sabdodadi bersama Bamuskal (Badan Permusyawaratan Kalurahan) mengadakan agenda rutin setiap tahun untuk membahas pembangunan fisik desa dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kalurahan. Agenda tersebut tak lain adalah musrenbang pada Selasa (27/10) di Kantor Kalurahan Sabdodadi.

 

Acara dihadiri Panewu Bantul dan beberapa perwakilan dari organisasi masyarakat, salah satunya kelompok difabel kalurahan Sabdodadi. Bamuskal sebagai penyelenggaraan kegiatan musrenbangkal memiliki peran penting sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kelancaran acara.

 

Dalam sambutannya Siti Fatimah selaku Lurah Sabdodadi memberikan penjelasan bahwa kegiatan musrenbang kalurahan ini menjadi kegiatan yang pertama di kapanewon Bantul, menyusul sudah mendekatinya perencanaan pembangunan mengacu pada penerimaan anggaran tahun 2022.

 

Sebagai contoh, menurut Siti perencanaan itu seperti berawal dari adanya dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten dengan acuan perencanaan di APBK tahun 2023. Dalam implementasinya, anggaran yang turun nanti akan digunakan untuk membiayai pembangunan fisik di Kalurahan Sabdodadi yang nantinya akan dibahas lebih jauh di tingkat kalurahan oleh tim sembilan.

 

Tidak ketinggalan juga karena Bantul masuk ke dalam wilayah Provinsi DIY maka ada dana keistimewaan tahun 2023 untuk kemandirian budaya di desa yang tahun ini merupakan tahun ke-3. Diharapkan dengan adanya dana keistimewaan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena di dalamnya ada anggaran untuk pemberdayaan.

 

Walaupun wilayah Sabdodadi merupakan padukuhan yg kecil dan hanya terdiri dari  5 padukuhan, akan tetapi hal itu tidak lantas menjadi alasan Sabdodadi ketinggalan dari wilayah lain disekitarnya. Sebab di masing-masing padukuhan ada budaya gotong royong, guyub rukun dan juga swadaya masyarakat yang menjadi nilai kearifan lokal untuk bisa menambah nilai positif dan tidak bisa dinilai dengan uang.

“Saat ini Kalurahan Sabdodadi tengah berproses mewujudkan kalurahan yang inklusi dengan mengundang teman- teman difabel dalam musrenbangkal supaya dapat sama-sama berperan aktif memberikan masukan dalam setiap kegiatan kalurahan,” ucap Siti.

 

Lebih lanjut, Sumaryanti sebagai perwakilan difabel kalurahan memberikan saran terkait pembangunan aksesbilitas yang layak dengan pembuatan ramp (bidang miring) dan juga toilet akses untuk teman-teman pengguna kursi roda.

 

Isu aksesibilitas di kantor kalurahan terlihat sangat relevan dan penting untuk segera ditindaklanjuti, mengingat kegiatan rutin akan dilaksanakan setiap bulannya di sana. Terlebih agar masyarakat difabel desa dapat merasa nyaman dan aman dalam berkegiatan.

 

Tak hanya itu Kalurahan Sabdodadi juga tengah berupaya semaksimal mungkin agar ramah terhadap anak, perempuan dan lansia. Salah satunya diwujudkan dengan akan dibangunnya taman ramah anak di Keyongan Lor yang lebih tepatnya di TK lembaga Tama II.

 

Sementara itu, Kusmardiono selaku Panewu Bantul menuturkan harapannya agar musrenbang kalurahan di Sabdodadi ini bisa menjadi forum untuk menjembatani aspirasi dari masyarakat difabel desa.

“Kalurahan yang lain saat ini juga sama-sama sedang berproses dalam mengadakan musrenbangdes karena diakhir September ini menjadi target selesainya musrenbang di Kapanewon Bantul,” jabarnya.

 

Kusmardiono mengakhiri sesinya dengan memberikan apresiasi kepada Kalurahan Sabdodadi yang tengah berupaya keras dalam membangun kalurahan mandiri budaya di Kapanewon Bantul.

 

Reporter: Yanti

Editor     : Bima Indra

 

 

The subscriber's email address.