Lompat ke isi utama
atlet difabel Jambi sedang berlatih untuk kejurkot Jambi

Regenerasi Atlet Jambi harus Digenjot

Solider.id, Jambi - Regenerasi atlet NPC Jambi harus digenjot. Atlet-atlet andalan di daerah setempat kini sudah mulai berumur dan tak lama lagi melewati golden age-nya.

Dibutuhkan dukungan semua pihak untuk kembali mencari bibit atlet potensial. Ajang Peparnas 2024 di Aceh-Medan bisa menjadi langkah menghimpun talenta NPC.

"Kami sadar atlet NPC kami sudah harus meregenerasi diri. Usia keemasannya sebentar lagi lewat," kata sekretaris umum NPC Provinsi Jambi, Abraham Tambunan.

 

Maka kini ia pun bersama NPC kabupaten/kota bersicepat mencari talenta baru. Ia pun rajin turun dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah khusus hingga komunitas anak bekebutuhan khusus yang memiliki siswa/personal potensial. 

 

Hal ini juga disampaikan Ketua NPC Kota Jambi, Karsim. Ia yang memimpin sebuah sekolah khusus bagi difabel juga tak pernah berhenti mengajak siswanya aktif di dunia olahraga.

"saat ini kami sering berburu atlet di kota jambi untuk regenerasi NPC Kota Jambi,  Peluang terbuka untuk semua ketunaan," katanya. 

 

Dia mengakui tidak mudah mengajak difabel bergabung. Mulai dari orang tua yang keberatan hingga lokasi latihan yang jauh dari rumah. "Ini yang sedang kami cari solusinya," katanya. 

 

Selain itu ketiadaan sarana olahraga yang memadai --khususnya bagi difabel-- juga berpengaruh. "Sarana olahraga prestasi umum saja minim, apalagi untuk kaum difabel," tambah Abraham Tambunan. 

 

Ia juga menyorot Stadion Tri Lomba Juang KONI Provinsi Jambi dan Stadion Mini di Telanaipura, keduanya di Kota Jambi, minim sarana penunjang difabilitas. 

 

Maka, tiap kali mengadakan kejuaraan/multieven, baik itu level kota maupun provinsi, tidak bisa maksimal. "Bagaimana bisa mencetak atlet unggul kalau sarana belum layak," imbuhnya. 

 

Tak hanya itu, fasilitas di kabupaten/kota setali tiga uang. Para atlet difabel lebih sering berlatih mandiri dengan fasilitas seadanya. Bisa dibayangkan, fasilitas di level provinsi saja minim, apalagi di tingkat kabupaten. 

 

Secara lebih khusus Abraham Tambunan mengatakan butuh komitmen kuat antara orangtua, pemerintah hingga para pelatih untuk bisa melahirkan atlet paralympic berkualitas. "Tanpa itu mustahil bisa meregenerasi atlet," sambungnya. 

 

Diakuinya bahwa ada beberapa atlet unggulan NPC Jambi diincar daerah lain. Itu tantangan juga. Bagaimana mengikat potensi tetap membela Jambi.

"Seperti Rts Kurnia. Dia masuk klasifikasi S5 dan S6. Dia sekarang jadi incaran semua daerah di Indonesia. Apalagi untuk persiapan peparnas di Aceh-Medan nanti," bebernya. 

 

Jauhnya prestasi atlet senior dan junior kini juga jadi perhatiannya. Menurutnya masih terlalu "njomplang" sehingga butuh pemikiran serius agar tidak sampai lost generation. "Bukan tidak mungkin nanti begitu ada talenta baru, daerah lain siap membajak," katanya.[]

 

Reporter: Indrawan

Editor    : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.