Lompat ke isi utama
lokasi pengembangan pusat kewirausahaan difabel

Menggodog Strategi Bisnis Difabel Pelaku Wirausaha melalui Disability Entreprenuership Center

Solider.id, Yogyakarta -Setelah berhasil menggawangi terbukanya lapangan kerja bidang transportasi bagi difabel ‘ojek roda tiga (DifaBike)’ pada 2015, Triyono, kini tengah merintis berdirinya pusat kewirausahaan untuk difabel. Di bawah bendera Difa Bergerak, pusat kewirausahaan tersebut diberi nama Disability Entreprenuership Center (DEC).  

 

Mendukung dan meningkatkan pengetahuan difabel terkait kewirausahaan di era revolusi industri menjadi tujuan utama berdirinya pusat kewirausahaan tersebut. Kepada Solider.id, Triyono mengatakan bahwa DEC akan menjadi pusat untuk menggodog para difabel pelaku wirausaha, tangguh berstrategi dalam mengembangkan usaha di era digital ini.

 

Triyono mengaku prihatin dengan kompleksitas permasalahan ekonomi yang dihadapi para difabel. Harus ada solusi, kata dia. Jika tidak, lanjutnya, difabel hanya akan jalan di tempat. Bisa jadi malah mundur ke belakang. Bagi dia, semua orang berhak memiliki hidup sejahtera, tanpa kecuali orang dengan disabilitas.

 

Fakta di lapangan, angkatan kerja difabel  terus meningkat. Namun tidak semuanya mampu terserap di dunia kerja. Apakah karena pendidikan yang tidak memadahi, atau tidak memiliki cukup keterampilan. Ditambah lagi mayoritas difabel berada di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal tersebut melatarbelakangi founder Difa City Tour DifaBike itu mendirikan pusat kewirausahaan bagi difabel.

 

Baca Juga: DifaTravelX Terobosan Baru di Era Baru bagi Difabel Menjelajah Wisata Alam

Mengangkat martabat

Dia tambahkan bahwa DEC akan meningkatkan pengetahuan difabel terkait kewirausahaan. Lebih dari itu, dia yakini bahwa DEC dapat menjadi pusat informasi tentang kewirausahaan di era 4.0. Sehingga akan mencetak difabel wirausahan yang kompetitif, serta berdaya saing di era kemajuan teknologi digital saat ini. Dengan entry poin, harkat dan martabat difabel meningkat di tengah masyarakat.

 

Beberapa kegiatan pemberdayaan DEC, di antaranya: (1) training dan workshop kewirausahaan; (2) meningkatkan kemampuan public speaking, branding, lobby juga pemasaran; (3) pelatihan khusus digital dan teknologi (coding, web development, konten kreator, animasi digital); (4) pelatihan sektor industri perbengkelan dan modifikasi kendaraan khusus; (5) pelatihan usaha kuliner cafetaria, resto; (6) pelatihan sektor tata keuangan untuk usaha, serta (7) pengembangan sektor pertanian.

 

ilustrasi difabel sedang berlatih berwirausaha

Di akhir perbincangan, Triyono menginformasikan bahwa DEC akan dibangun di atas tanah milik Pemerintan Desa Sidoluhur, dengan sisrem sewa. Berkaitan dengan hal tersebut, gagasan pembangunan pusat kewirausahaan bagi difabel disosialisasikan kepada pemerintah dan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Sosialisasi dihelat pada Jumat (9/9/2022), di Balai Desa Sidoluhur, Godean, Sleman. Hadir pada sosialisasi tersebut perwakilan Bank Mandiri, Pemerintah Kecamatan Godean (panewu, polsek, dandim), lurah sidoluhur, juga warga sekitar area pembangunan.

 

Pada kesempatan tersebut Panewu (camat) Godean Ikhsan Waluyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan dukungannya. Dia berharap DEC dapat menjadi pilot project atau percontohan pada masa mendatang[].

 

Reporter: Harta Nining Wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.