Lompat ke isi utama
Penyuluhan PTM di Bantul

Pentingnya Deteksi Dini Resiko & Penyakit Tidak Menular (PTM)

Solider.id, Yogyakarta – Rabu (31/8), SIGAB dan Kalurahan Sumberagung bekerja sama dengan Puskesmas Jetis 1 mengadakan acara pertemuan difabel guna membahas deteksi dini faktor risiko & penyakit tidak menular. Kuni Fatonah, Koordinator Program Wilayah DIY, membuka acara dengan memberikan motivasi kepada teman-teman difabel supaya senantiasa berpartisipasi di acara pertemuan rutin kdd agar lebih mengeratkan tali silaturahmi. Di sisi lain, pertemuan kali ini cukup istimewa karena anggota kdd bisa memeriksa kesehatannya bersama puskesmas setempat.

 

Ayyasi Izaz Almas selaku dokter di Pukesmas Jetis 1 menyampaikan materi mengenai pos pembinaan terpadu (posbindu) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus paham mengenai berbagai penyakit menular dan tidak menular supaya cepat tertangani jika menimpa teman-teman difabel.

 

Untuk menindaklanjuti secara dini faktor resiko yang ditemukan yaitu melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan terdekat. Sebagai contoh penyakit tidak menular seperti hipertensi, strok, penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes melitus dan kanker. Sedangkan penyakit yang menular itu seperti Covid-19.

 

Diadakannya kegiatan Posbindu PTM ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor resiko PTM yang diakibatkan sejumlah perilaku. Seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik, obesitas, stress, konsumsi minuman beralkohol, hipertensi,  dan hiperglikemi.

“Masyarakat harus bisa membedakan penyakit tersebut dan memulai hidup sehat menjaga pola dan porsi makanan,  idealnya 700 kalori per hari serta melakukan aktivitas fisik minimal 10 menit setiap hari untuk  menjaga kebugaran tubuh,” jabarnya.

 

Sita, staff Puskesmas Jetis 1, mengimbau bahwa deteksi dini harus dilakukan melalui posbindu di puskesmas terdekat dengan cara perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Ia turut memberikan arahan bagaimana tata cara memeriksa kesehatan yang benar seperti mengukur tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah. Bagi anggota kdd yang tidak memiliki BPJS bisa memakai KTP untuk area Bantul sebagai kelengkapan data dan pendaftaran saat ingin memeriksakan diri ke Puskesmas Jetis.

 

Jayadi, salah satu warga Kalurahan Sumberagung mengaku senang atas pelayanan yang diberikan saat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Jetis 1. Hal itu karena dirinya yang merupakan difabel daksa melihat bahwa gedung dan ruang pelayanannya sudah ramah difabel. Dengan adanya fasilitar seperti ramp, toilet difabel, dan meja layanan informasi yang akses.

 

Dia berharap kedepannya layanan yang diberikan semakin baik dan bisa menjalin silaturahmi yang intens. Artinya pihak puskesmas juga harus mengetahui kondisi masyarakat difabel di wilayahnya. Di lain sisi, Jayadi juga berharap agar teman-teman difabel tak ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka ketika dirasa kurang baik. Serta tak perlu khawatir dengan pelayanan yang ada.[]

 

 

Reporter: Yanti

Editor     : Bima Indra 

The subscriber's email address.